Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Rajin Shalat Tapi Amal Tidak Dicatat Malaikat, Ternyata Ini Alasannya

Rajin Shalat Tapi Amal Tidak Dicatat Malaikat, Ternyata Ini Alasannya


Rajin Shalat Tapi Amal Tidak Dicatat Malaikat, Ternyata Ini Alasannya


Melakukan ibadah yang baik tentu harapan kita mendapatkan amal yang baik pula. Namun ada juga beberapa kegiatan yang baik tapi justru tidak memperoleh apa apa, malah yang diperoleh dosa juga ada. Semua itu tergantung niatnya.

Dari niat saja jika niat kita baik langsung dicatat amalnya juga. Begitupun sebaliknya. Sama dengan judul diatas, bahwa Rajin shalat tapi amalnya tidak dicatat malaikat? Kok bisa ya?

Rasulullah SAW pernah menyampaikan kekhawatiran tentang sesuatu yang di kemudian hari bisa menjangkiti umatnya. Beliau bersabda, “Sesungguhnya ada sesuatu yang aku takutkan di antara sesuatu yang paling aku takutkan menimpa umatku kelak, yaitu syirik kecil.

Para sahabat bertanya, ‘Apakah syirik kecil itu?’ Beliau menjawab, riya. Dalam sebuah hadis diceritakan pula bahwa di akhirat kelak akan ada sekelompok orang yang mengeluh, merangkak, dan menangis. Mereka berkata, “Ya Allah di dunia kami rajin melakukan shalat, tapi kami dicatat sebagai orang yang tidak mau melakukan shalat”.

"Para malaikat menjawab, Tidakkah kalian ingat pada waktu kalian melakukan shalat kalian bukan mengharap ridha Allah, tapi kalian mengharap pujian dari manusia, kalau itu yang kalian cari, maka carilah manusia yang kau harapkan pujiannya itu".

Jelaslah, bahwa kualitas sebuah amal berbanding lurus dengan kualitas niat yang melatarbelakanginya.

Bila niat kita lurus, maka lurus pula amal kita. Tetapi bila niat kita bengkok, maka amal kita pun akan bengkok. Agar niat kita senantiasa lurus dan ikhlas, alangkah baiknya apabila kita menghayati kembali janji-janji yang selalu kita ucapkan saat shalat, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanyalah untuk Allah seru sekalian alam”.

Nah sekarang sudah tahu kan maksud saya posting dengan judul diatas? Semoga dengan membaca ini amal ibadah kita semakin ditingkatkan sehingga kita bisa menabung amal kita untuk ditebus dihari akhir nanti. Semoga bermanfaat.

Ini Alasan Mengapa Bacaan Sholat Dzuhur dan Ashar Harus Dipelankan.. muslim wajib baca !!


Tahukah mengapa shalat dzuhur dan ashar tidak bersuara? Pertanyaan ini mungkin mewakili sebagian besar masyarakat muslim yang awam akan keilmuan dan hanya sekedar mengikuti apa yang telah dilakukan oleh ayah, ibu dan masyarakat di lingkungannya. Padahal mengetahui seluk beluk agama menjadi wajib bagi seorang muslim.

Terdapat peribahasa yang menyatakan bahwa satu ibadah dengan ilmu lebih baik daripada seribu ibadah tanpa ilmu. Sehingga dengan demikian kita perlu mengetahui tata cara shalat seperti hukum mengeraskan bacaan shalat.

Masalah jahar ataupun sirr ketika melafalkan bacaan surat bukanlah persoalan apakah itu wajib ataukah sunat dan menjadikan kesalahan tersebut disempurnakan dengan sujud sahwi layaknya lupa bertasyahud awal. Akan tetapi bacaan sholat zuhur yang dikeraskan atau tidak, lebih bertumpu pada kebolehan untuk melaksanakannya atau tidak.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dalam shahih Muslim telah memberitahukan bagaimana keadaan Rasulullah ketika shalat.

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah shalat bersama kami. Pada shalat zuhur dan ashar, beliau membaca Al Fatihah dan dua surat di rakaat yang pertama. Sesekali beliau memperdengarkan ayat yang beliau baca. Adalah beliau memanjangkan bacaan pada rakaat pertama dari salat zuhur dan memendekkannya pada rakaat yang kedua. Begitu juga pada saat shalat subuh.”


Dari keterangan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu tersebut menjelaskan kepada kita terutama dalam kalimat, “Sesekali beliau memperdengarkan ayat yang beliau baca” bahwa terdapat kebolehan menjaharkan bacaan surat pada shalat yang biasanya sirr seperti shalat dzuhur ataupun ashar. Sehingga bacaan yang dilakukan dengan sirr atau jahar bukan menjadi syarat sahnya suatu sholat.

Firman Allah berikut ini akan semakin memperjelas alasan mengapa shalat dzuhur dan ashar tidak bersuara.
transition: all 0.17s ease;">
… وَلَا تَجْهَرْ
بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

“… dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah diantara keduanya itu.” (QS Al-Isra’ : 110)

Tafsir ayat tersebut menjelaskan bahwa ketika Rasulullah berada di Mekkah, beliau melaksanakan shalat berjamaah bersama para sahabat dengan mengeraskan bacaan surat. Ketika kaum musyrikin Mekkah mendengarnya, mereka pun mencaci maki bacaan tersebut, mencaci maki pula Dzat yang menurunkannya dan mencaci maki orang yang menyampaikannya. Karena sikap itulah, maka Allah pun berfirman, “Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu” Sehingga jika dipanjangkan maka kalimatnya akan menjadi, “Jangan keraskan bacaanmu sehingga orang-orang musyrik mendengarnya.”

Akan tetapi Allah juga menyampaikan, “Dan janganlah pula merendahkannya.” Sehingga bacaan mesti tetap terdengar oleh para sahabat yang berada di shaf pertama. Maka karena itu Allah memerintahkan Rasul untuk mencari jalan pertengahan diantara keduanya.

Dalam riwayat yang lain terdapat keterangan yang menyatakan, “Maka saat sudah hijrah ke Madinah perintah tersebut telah gugur. Beliau boleh melakukan yang beliau kehendaki dari keduanya.”

Dengan melihat berbagai keterangan tersebut, maka menzahirkan bacaan saat shalat maghrib, isya dan subuh serta mensirr-kan bacaan shalat dzuhur dan ashar adalah pengamalan yang dilakukan saat shalat pertama kali disyariatkan. Allah memerintahkan tidak menzaharkan ketika siang hari supaya tidak menjadi celaan bagi kaum musyrikin.

Adapun mengapa shalat jum’at, shalat ied, shalat istisqa beserta solat lainnya yang dilakukan siang hari bersuara nyaring dikarenakan Nabi dan kaum muslim sudah hijrah ke Madinah dimana kekuatan umat Islam sudah terbentuk serta tidak akan ada kaum musyrik yang berani mencela.

Demikian penjelasan mengapa shalat dzuhur dan ashar tidak bersuara. Semoga menambah wawasan bagi kita dalam mengenal aturan yang ada dalam shalat dan tidak menyalahkan jika ada yang menzaharkan bacaan pada sholat dzuhur dan ashar.

Heboh tolong bagikan agar banyak yang tahu,, Zakir Naik menyatakan : Saya Bersedia Masuk Kristen, Jika...


Muslim harus percaya penuh bahwa Rasulullah 'Isa atau Esau, Yeshua, Yesus bin Maryam 'alahissalaam adalah Rasul terkemuka, lahir tanpa ayah, dengan banyak mukjizat, Al Masih di akhir zaman. 
Hal tersebut dikatakan oleh dai internasional Dokter Zakir Naik di Universitas Daarussalaam, Gontor, Jawa Timur, Selasa (4/4/2017).
"Namun tidak mungkin menerima bahwa beliau adalah Tuhan. Karena di Bibel juga ini ditolak. Misalnya di Yohanes 10:30, Matius 5:17, dan lainnya banyak ayat," kata Zakir dalam bahasa Inggris dengan aksen India.
Zakir hakulyakin jika saja di Injil ada yang menyebut Yesus adalah Tuhan, maka ia akan keluar dari Islam. "Jika ada di Bibel yang menyatakan bahwa Yesus menyatakan dirinya Tuhan, maka Syaikh bersedia masuk Kristen," ujarnya.
Yesus, kata dokter dari India itu, menyatakan agar ikuti Hukum Taurat, di Matius 5:17, dll. Dan ikuti jalan kebenaran, sunnah beliau, antara lain di Yohannes 14:6.
"Dan Surah Al Ikhlas di Al Qur'an, adalah dasar dari keagamaan(Teologi) dan penguji seluruh Agama yang dikenal manusia. Inilah Tauhiid," katanya.
Dan "Allah", katanya, adalah satu kata dalam Bahasa Arab. Muslim harus menggunakan ini untuk merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Namun agar orang yang tidak mengerti Bahasa Arab, Syaikh tidak keberatan menerjemahkannya ke bahasa lain, agar orang itu mengerti. Namun "God" bukanlah penerjemahan yang tepat," ungkapnya. 
Sumber : [Paramuda/BersamaDakwah]

MASYA ALLAH, Kisah Jamaah Asal Indonesia Yang Selalu Menggendong Ibunya Selama Ibadah Haji, Alasannya sungguh semua ibu di dunia pasti menangis mendengarnya



Seorang jamaah haji asal Indonesia bernama Badri (53) menarik perhatian sebuah media terkenal di Saudi. Badri jadi inspirasi karena selalu menggendong ibunya selama prosesi ibadah haji.

Media yang memberitakan kisah Badri yaitu akhbaar24. argaam. com. Mereka memberi judul : Jamaah Haji Asal Indonesia menggendong ibunya Selama Hari-hari Haji.
font-family: "Source Sans Pro", sans-serif; font-size: 14px;">Dalam artikel berbahasa Arab itu,dituliskan Badri sepanjang rangkaian beribadah haji selalu menggendong ibundanya di belakang. Lengan wanita berumur 85 th.
 selalu melingkar di leher Badri.
Dituliskan juga, tindakan Badri itu berniat dikerjakan cuma untuk menginginkan ridha Allah SWT. Sebenarnya, Badri mungkin menyewa kursi roda untuk ibunda, tetapi dia pilih untuk tetaplah menggendong.

Hebatnya, Badri tidak terasa sedikit juga kelelahan atau cidera, baik di Arafat ataupun di Muzdalifah, hingga prosesi lempar jumrah.

Tindakan Badri ini dapat jadi sorotan di artikel Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia. Mereka menyebutkan Badri serupa dengan seseorang tokoh saleh yang dikagumi nabi Muhammad SAW, yaitu Uwais, seseorang seseorang masyarakat desa al-qarani di Yaman yang menggendong orangtuanya sepanjang melakukan rukun haji. 
*
sumber : http :// postshare. co. id/

Daftar 10 Orang Terkaya Di Indonesia, Nomor 1 sungguh tak terduga karena inilah orang nya... mengejutkan !!!


Ke-10. Tahir
Pemilik - Mayapada Group, jumlah kekayaan US $ 1.9 M
9. TD Rachmat
Pemilik - Tripura Group, jumlah kekayaan US $ 1.9 M

8. Bachtiar Karim
Pemilik - Musim Mas, jumlah kekayaan US $ 2.0 M

7. Sukanto Tanoto
Pemilik - RGE group , jumlah kekayaan US $ 2.1 M

6. Mochtar Ready & family
Pemilik - Lippo Group , jumlah kekayaan US $ 2.5 M

5. Peter Sondakh
Pemilik - Rajawali Group, jumlah kekayaan US $ 2.8 M

4. Sri Prakash Lohia
Boss - Indorama Ventures , jumlah kekayaan US $ 3.5 M

3. Chairul

Tanjung
Pemilik - Trans Corp , jumlah kekayaan US $ 4.0 M
kekayaan US $ 4.0 M

2.Robert Budi Hartono & Michael Hartono
Pemilik - BCA & DJARUM, jumlah kekayaan US $ 14.9 M

1. Orang yang sholat sunnat sebelum shubuh 2 rakaat, JUMLAH KEKAYAANNYA MELEBIHI DUNIA DAN SELURUH ISINYA.

Dunia begitu luar biasa, seluruh makhluk yang Allah ciptakan amat dahsyat, mulai dari hewan ber-sel satu hingga milyaran bintang di galaksi.

Demikian juga, seluruh harta benda yang Allah karuniakan, serta segala kesehatan jasmani yang Allah berikan, sungguh merupakan nikmat dunia yang tak terkira. Namun sadarkah kita, ada satu amalan ringan yang ternyata nilainya lebih baik dibandingkan dunia dan segala isinya?
Ya, amalan itu adalah dua rakaat shalat sebelum Shubuh, yakni shalat sunah Fajr. Subhanallah!

Dari Aisyah ra, bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, “Dua rakaat shalat sunnah fajar, lebih baik dari pada dunia dan segala isinya.” (HR. Muslim, Turmidzi)

Semoga bermanfaat, jika anda sayang kepada orang-orang disekitar anda...bagikan info ini ya...berbagi kebaikan dibulan yang penuh berkah ini.....

Bacalah Dua Ayat ini Tiap Malam, InsyaAllah Rezeki Mengalir Deras


Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada waktu malam, maka ia akan diberi kecukupan. Sebagian ulama ada yang mengatakan, ia dijauhkan dari gangguan setan.
Ada juga yang mengatakan, ia dijauhkan dari penyakit. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa dua ayat tersebut sudah mencukupi dari shalat malam. Benarkah?

Dua ayat tersebut,Allah Taala berfirman, (285) (286)
  “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 285-286)

Disebutkan dalam hadits dari Abu Masud Al-Badri radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR.
Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808)

Hadits di atas menunjukkantentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.

Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Taala. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat doa untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. Lihat bahasan Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dalam Nuzhah Al-Muttaqin, hal. 400-401.

Al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa makna hadits bisa jadi dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari shalat malam. Atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Quran.

Atau bisa pula maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut. Atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi pula doa kebaikan dunia dan akhirat. (Ikmal Al-Muallim, 3: 176, dinukil dari Kunuz Riyadhis Sholihin, 13: 83).

Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 83-84.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari, “Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam doa karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat.” (Ahkam Al-Quran Al-Karim, 2: 540-541).

Semoga bisa mengamalkan untuk membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah ini mulai dari malam ini. Semoga kita meraih kebaikan dan keberkahan. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah-Nya. [reportaseterkini.net]

3 Bencana Maha Dahsyat ini Pernah Hancurkan Peradaban Manusia, Nomor 2 Tandanya ada Di indonesia.. astagfirullahaladzim semoga bisa jadi bahan renungan kita..


Peradaban manusia yang pernah ada kemudian punah, mengakibatkan putusnya regenarasi peradaban itu sendiri. Penyebab oleh bencana-bencana besar yang kebanyakan datang karena sikap ingkar manusia kepada Allah SWT.

Yang membuat unik, peristiwa ini terjadi pada zaman nabi seperti termaktub dalam kitab suci Al Qur’an. Dan hari ini semuanya jadi sejarah yang bisa dipetik hikmahnya.

Meski tidak semuanya manusia ingin menjadikan semua itu sebagai pelajaran.

Ditulis dari laman Republika, berikut tiga bencana besar pada peradaban kuno yang pernah disebutkan dalam Alquran :

Nabi Nuh, (Hud 11 : 42), Nabi Syua’ib (al-A’raf 7 : 92), dan Nabi Luth (Hud 11 : 82), berikut penjelasan bencana besar yang terjadi pada zaman tiga nabi Allah.

1. Banjir Bandang

Peristiwa banjir pada zaman Nabi Nuh adalah banjir besar sepanjang sejarah. Karena hanya tersisa mereka yang ada diatas kapal Nabi Nuh (QS asy-Syu’ara 26 : 117-119). Tetapi, ada dua pendapat terkait banjir Nabi Nuh, apakah bersifat lokal regional atau global.

Pendapat pertama yakini bencana ini bersifat global, sedangkan pendapat ke-2 berbentuk regional atau hanya daerah dakwah Nabi Nuh.


Tetapi, menurut Alquran, bajir Nabi Nuh ini bersifat regional seperti dijelaskan dalam surah Hud (11) : 25-26.
color: #444444; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; text-align: justify;">Di Indonesia, bencana banjir (besar atau kecil) telah


pernah terjadi. Banjir besar
seperti terjadi di Aceh yang dilanda gempa tsunami sehingga menyebabkan air laut menenggelamkan ‘Serambi Mekkah’ dikala itu.

2. Hujan Batu

Hujan batu yang terjadi di Kota Sodom yang sekarang di kenal sebagai perbatasan Israel Yordania atau Laut Mati disebabkan karena kaum Nabi Luth AS melakukan perbuatan menyimpang, yaitu suka terhadap sesama jenis atau yang kita kenal saat ini sebagai LGBT.

Nabi Luth yang hidup satu masa dengan Nabi Ibrahim ini telah menyerukan umatnya untuk menghentikan perilaku menyimpang, tetapi mereka menolak. Akhirnya, kaum Nabi Luth dihancurkan dengan hujan batu seperti dikisahkan dalam Alquran surah Hud 11 : 82.

Seperti di ketahui, tren ‘kaum sodom’ di Indonesia terutama menjadi sebuah gaya hidup yang mendapat tempat dan pembelaan atas nama Hak Azasi Manusia (HAM).

3. Gempa Bumi

Gempa bumi pada zaman Nabi Syu’aib AS juga begitu besar karena dapat meluluhlantakkan seluruh kota tempat Nabi Syuai’b berdakwah, yaitu Yordania sekarang. Kota ini hancur setelah umatnya yang melakukan banyak kemaksiatan tidak ingin taat atas seruan Nabi Syu’aib.

Dalam peristiwa ini, Allah hanya menyelamatkan Nabi Syu’aib dan beberapa orang yang beriman bersamanya. Penyelamatan terhadap orang-orang terbatas ini diabadikan dalam surah Hud : 94-95.

Ketiga bencana itu adalah bentuk ujian atau azab Allah SWT kepada manusia yang selalu ingkar terhadap perintah dan larangan Allah SWT. Menurut pembaca, mungkinkah bencana-bencana itu terjadi di Indonesia?

Sumber : Pekanews. com

Allahuakbar !! Usai Praktek Membedah Mayat, Mahasiswi Ini Memutuskan Untuk Berjilbab, Ternyata Karena Dia....


Pelajaran anatomi membuat mahasiswa menjadi faham seluruh anatomi tubuh manusia mulai organ tubuh yang besar sampai pembuluh darah, syaraf serta cabang-cabangnya yang kecil-kecil. Dengan panduan buku anatomi serta dosen pembimbing, seorang mahasiswa diharapkan mampu mengetahui letak, bentuk serta nama-nama setiap bagian tubuh manusia yang sangat rumit itu, apalagi nama-nama yang digunakan memakai bahasa Latin. Perempuan inipun merasa nyaris putus asa di semester anatomi ini.
Tetapi di sela-sela kesibukannya untuk kuliah, ia dipertemukan dengan kakak kelas yang mengajak untuk belajar Islam secara menyeluruh. Jadilah setiap Jum’at ia bersama beberapa teman-temannya mulai mempelajari Al Qu’an dengan bimbingan seorang Ustadz. Perlahan–lahan wanita ini mulai memahami bahwa Islam itu dipakai mulai bangun tidur sampai mau tidur. Bukan hanya ketika kita mengaji atau shalat saja kita memakai aturan Islam, tetapi 24 jam kita harus berislam.
Sejak saat itu ia
mulai berusaha menghubungkan fenomena peristiwa yang ia lihat dan alami dengan Al Qur’an dan puncaknya adalah ketika praktikum pelajaran anatomi. Pagi itu semua mahasiswa sudah rapi dengan jas putih praktikum bersiap memasuki ruang anatomi yang cukup luas itu, aroma khas formalin menusuk hidung dan membuat mata cukup perih. Deg-degan juga pertama kali masuk ruang ini. Ada 10 cadaver yang siap di-’bedah’ oleh mahasiswa fakultas kedoteran dan masing-masing cadaver ditidurkan di meja kayu panjang serta dikelilingi oleh kurang lebih 15 mahasiwa. Sesuai naluri manusia normal ia merasa gemetar melihat cadaver yang terbujur kaku di meja kayu itu.

Setelah dosen pembimbing menjelaskan tata cara praktikum anatomi, masing-masing mahasiswa memulai mem-’bedah’. Ia termasuk salah satu mahasiswa yang terlambat adaptasi dengan praktikum anatomi ini. Di saat teman-teman sudah memulai praktikum, ia cuma bisa berdiri sambil memandangi cadaver itu, sambil merenung: “Ya Rabb, suatu saat saya juga akan jadi mayat seperti cadaver ini, dan baru benar-benar menyadari ketika sudah mati maka tak satupun yang akan bisa menolong kecuali amal sholeh kita, jangankan kulit mayat tersebut disayat, konon mayat itu juga masih bisa merasakan kesakitan, buktinya ketika kita memandikan jenazah maka harus dengan kelembutan ketika menyentuhnya," tulisnya dalam makalah yang ia kirim ke webmusimah.com (29/4/15)

Sesampai di rumah, ia masih merenung tentang nasib cadaver tadi saat praktikum. Ia tidak membayangkan kalau ternyata tiba-tiba Allah SWT mencabut nyawanya sementara amal shalih belum cukup untuk bekal di akhirat. Hati saya seketika itu juga tersadar dan berjanji akan selalu taat dengan perintah dan larangan Allah SWT.. Alhamdulillah setelah itu ia membulatkan niat untuk menutup aurat. Sekarang sudah genap 26 tahun peristiwa itu berlalu dan masih membekas wajah cadaver yang telah membuka mata hatinya kala itu. [jurnalmuslim]

Masya Allah........!!! Ternyata, Rasulullah Pernah Menyebut Bangsa Indonesia Dan kita Termasuk Umat Yang Dicintainya. AMIIIIN. Alhamdulillah


 Tatkala salah satu guru Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki serta Al-'Allamah al-'Arif billah Syaikh Utsman bersama rombongan ulama yang lain pergi berziarah ke Makam Rasulullah saw., tiba-tiba beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah swt. bisa berjumpa dengan Rasulullah saw.

Di belakang Nabi Muhammad saw. begitu banyak orang yang berkerumunan. Saat di tanya oleh guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu : “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu? ”Rasulullah saw. juga menjawab : “Mereka yaitu
umatku yang sangat aku cintai. ”Dan diantara sekumpulan orang yang banyak itu adasebagian kelompok yang begitu
banyak jumlahnya. Lalu guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya lagi : “Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok begitu banyak itu? ”Rasulullah saw. lalu menjawab : “Mereka yaitu bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan saya mencintai mereka. ”Akhirnya, guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu menangis terharu dan terperanjat. Lalu beliau keluar dan bertanya pada jama’ah : “Mana orang Indonesia? Saya sangat cinta pada Indonesia. ” (Diambil dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).


Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki Merangkul Mbah Hasan Mangli Magelang

Bukti kecintaan as-Sayyid Muhammad al-Maliki pada orang Indonesia adalah dengan bangunkan Pesantren khusus untuk orang Indonesia di Mekkah. Serta beliau sangat senang dan bahagia jika ada orang/ulama Indonesia yang menyempatkan bersilaturrahim di rumahnya. Bahkan beliau sering memberikan buah tangan (hadiah) pada orang/ulama.


Sumber : pelangimuslim. com

Inilah Golongan Keluarga Yang Akan Kembali Berkumpul Disurga, Apakah Keluargamu Termasuk? Baca Selengkapnya..



KELUARGA merupakan pondasi awal yang membangun generasi dalam Islam. Tidak dapat dipungkiri bahwa keluarga memiliki peranan yang sangat penting untuk melakukan hal tersebut. Sebab, berawal dari sebuah keluargalah seorang anak menjadi baik atau buruk.

Setiap keluarga seharusnya berlandaskan pada Al-Qur’an dan Hadist. Dengan demikian, maka barulah keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang selalu berada di dalam naungan Allah SWT. Selain itu, mahligai rumah tangga yang selalu berada di jalan Allah akan membawa mereka menuju surga. 
Ternyata, di surga kelak ada golongan keluarga yang akan berkumpul sama halnya seperti saat mereka berada di dunia. Golongan keluarga yang bagaimanakah yang akan berkumpul bersama di dalam surga? Penasaran? Mari simak ulasan selengkapnya di sini.

Golongan keluarga yang bisa berkumpul di surga kelak adalah yang semua anggota keluarganya merupakan hamba Allah yang beriman. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya:

“Dan orang-orang yang beriman serta anak cucu mereka yang mengikutinya dalam keimanan, kami akan kumpulkan (di Surga) bersama anak-cucu mereka” (QS At-Thuur: 21)

Pada suatu kesempatan, Nabi saw menasihati putri kesayangan beliau yang bernama Fathimah. “Wahai Fathimah binti Muhammad, beramallah untuk bekal (akhirat)-mu. Karena aku (Nabi saw) tidak akan bisa menolong engkau sedikitpun di akhirat nanti,” tegas Rasulullah saw.

Itulah nasihat yang diberikan oleh Rasulullah SAW untuk anaknya Fatimah. Memang sebagai orangtua bahkan seorang nabi sekalipun tidak dapat

memberikan garansi kepada anak-anaknya untuk menjadi penghuni surga, kecuali anak tersebut mau berusaha mendapatkan surga tersebut.

Kejadian nyatanya bisa dilihat dari kisah Nabi Nuh as. Beliay berpisah dengan anaknya karena si anak tersebut tidak mau mengikutinya beriman kepada Allah SWT. Bahkan ketika air banjir datang, anaknya timbul tenggelam dipermainkan oleh air bah. Sebagai seorang ana, tentu nabi Nuh as tidak tega untuk melihatnya. Lalu beliau pun berdoa kepada Allah SWT:

“Ya Rabbi, itu anakku adalah keluargaku. Sungguh janji Engkau benar, dan hanya Engkau Hakim yang Maha Adil,” pinta Nuh as.

Allah swt menjawab: “Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah tergolong keluargamu, karena dia tidak beramal sholeh. Maka janganlah engkau meminta kepadaKu sesuatu yang engkau tidak mengetahuinya,”.

Hal tersebut membuktikan bahwa sekalipun anak kandung dari Nabi Nuh as, akan tetapi jika ia tidak beriman, maka Allah SWT mengatakan bahwa anak tersebut bukanlah termasuk anggota keluarganya.

Sebagai orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik dan mengarahkan anak-anak mereka. Hal ini harus dilakukan bersama istri, agar kelak keluarga tersebut dapat berkumpul di surga Allah SWT. Selain itu, jangan lupa berdoa agar mendapatkan kebahagian tersebut.

Sebab, pada dasarnya kebahagiaan hakiki itu adalah ketika kita bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan beriman dan bertakwa saat di dunia dan akan berhasil pula berumpul d surga Allah SWT.

Namun ingatlah akan Hadits Nabis saw: “Nanti di hari Kiamat, seseorang suami diseret ke tengah-tengah Padang Mahsyar. Bergelayutan isteri dan anak-anaknya di lengan kanan dan lengan kirinya,”

Ketika dihisab, ternyata sang suami bisa masuk surga, lantaran amalnya cukup. Sementara sang isteri dan anak-anaknya dinyatakan masuk neraka, lantaran kurang amal saat di dunia.

Lalu sang isteri berkata: “Ya Allah, demi keadilan Engkau. Saya dinikahi dan dipergauli, tapi saya tidak diajari Islam yang saya tidak mengerti. Ambil hak kami dari laki-laki ini,” ujar isterinya sambil menunjuk-nunjuk suaminya.

Lalu anak-anaknya pun protes: “Ya Allah, demi keadilan Engkau. Saya dinafkahi dan diberi harta, tapi saya tidak diajari Islam yang saya tidak mengerti. Ambil hak kami dari ayah kami ini,” ujar anak-anaknya. Akhirnya, semua keluarga itu dimasukkan ke dalam neraka. Nau’dzubillahi min dzalik.

Demikianlah ulasan mengenai golongan keluarga yang berkumpul di surga kelak. Untuk itu, jadikanlah keluarga sebagai ladang untuk mendapatkan pahala dengan amal shaleh yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist. Agar kebahagiaan berkumpul di dunia akan dirasakan juga saat di surga nanti.

Astagfirullahaladzim, ternyata masih banyak kaum wanita yang salah ketika melakukan mandi Junub / Mandi wajib.. inilah tata cara yang benar menurut islam.. mohon disebarkan !!


Haid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa (pembahasan mengenai hukum-hukum seputar haidh telah disebutkan dalam beberapa edisi yang lalu), maka setelah selesai haidh kita harus bersuci dengan cara yang lebih dikenal dengan sebutan mandi haid atau mandi wajib.
Agar ibadah kita diterima Allah maka dalam melaksanakan salah satu ajaran islam ini, kita harus melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Rasulullah telah menyebutkan tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:
تَأْخُذُإِحْدَا كُنَّ مَائَهَا وَسِدْرَهَا فَتََطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ أوْ تَبْلِغُ فِي الطُّهُورِ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُُهُ دَلْكًا شَدِ يْدًا حَتََّى تَبْلِغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا المَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطْهُرُ بِهَا قَالَتْ أسْمَاءُ كَيْفَ أتََطَهَّرُبِهَا قَالَ سُبْحَانَ الله ِتَطَهُّرِي بِهَا قَالَتْْ عَائِشَةُ كَأنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ تَتَبَّعِي بِهَا أثَرَالدَّمِ
“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, beliau bersabda:
تَأْخُذُ فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهُّرُ بِهَا قَالَتْ كَيْفَ أَتَطَهُّرُ بِهَاقَالَ تَطَهَّرِي بِهَاسُبْحَانَ اللهِ.قَالَتْ عَائِشَةُ وَاجْتَذَبْتُهَا إِلَيَّ فَقُلْتُ تَتَبْعِي بِهَاأَثَرَا لدَّمِ
“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya(potongan kain/kapas).” (HR. Muslim: 332)
An-Nawawi rahimahullah berkata (1/628): “Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).” Beliau berkata (1/627): “Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 juz: 1).
Syaikh Mushthafa Al-’Adawy berkata: “Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak.Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam An-Nisaa’ hal: 121-122 juz: 1 cet: Daar As-Sunah).
Maka wajib bagi wanita apabila telah bersih dari haidh untuk mandi dengan membersihkan seluruh anggota badan; minimal dengan menyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya; dan yang lebih utama adalah dengan tata cara mandi yang terdapat dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ringkasnya sebagai berikut:
  1. Wanita tersebut mengambil air dan sabunnya, kemudian berwudhu’ dan membaguskan wudhu’nya.
  2. Menyiramkan air ke atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnya rambut. Dalam hal ini tidak wajib baginya untuk menguraikan jalinan rambut kecuali apabila dengan menguraikan jalinan akan dapat membantu sampainya air ke tempat tumbuhnya rambut (kulit kepala).
  3. Menyiramkan air ke badannya.
  4. Mengambil secarik kain atau kapas(atau semisalnya) lalu diberi minyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian mengusap bekas darah (farji) dengannya.

TATA CARA MANDI JUNUB BAGI WANITA

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata:
كُنَّاإِذَأَصَابَتْ إِحْدَانَاجَنَابَةٌأَخَذَتْ بِيَدَيْهَاثَلَاثًافَوْقَ رَأْسَهَا ثُمَََّ تَأْخُذُ بِيَدِهَا عَلَى شِقِّهَاالْأيَْمَنِ وَبِيَدِهَااْلأُخْرَى عََََلَى شِقِّهَااْلأ يْسَرِ
“Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.” (Hadits Shahih riwayat Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253)
Seorang wanita tidak wajib menguraikan (melepaskan) jalinan rambutnya ketika mandi karena junub, berdasarkan hadits berikut:
Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata:
قُاْتُ ياَرَسُولَ اللهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَرَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ؟ قَالَ:لاَإِنَّمَايَكْفِيْكِ أَنْ تَحْثِيْنَ عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ مِنْ مَاءٍثُمََّ تُفِيْضِيْنَ عَلَى سَائِرِ جَسَادِكِ الماَءَ فَتَطْهُرِيْن
Aku (Ummu Salamah) berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita, aku menguatkan jalinan rambutku, maka apakah aku harus menguraikannya untuk mandi karena junub?” Beliau bersabda: “Tidak, cukup bagimu menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci.” (Hadits Shahih riwayat Muslim, Abu Dawud: 251, an-Nasaai: 1/131, Tirmidzi:1/176, hadits: 105 dan dia berkata: “Hadits Hasan shahih,” Ibnu Majah: 603)
Ringkasan tentang mandi junub bagi wanita adalah:
  1. Seorang wanita mengambil airnya, kemudian berwudhu dan membaguskan wudhu’nya (dimulai dengan bagian yang kanan).
  2. Menyiramkan air ke atas kepalanya tiga kali.
  3. Menggosok-gosok kepalanya sehingga air sampai pada pangkal rambutnya.
  4. Mengguyurkan air ke badan dimulai dengan bagian yang kanan kemudian bagian yang kiri.
  5. Tidak wajib membuka jalinan rambut ketika mandi.
Tata cara mandi yang disebutkan itu tidaklah wajib, akan tetapi disukai karena diambil dari sejumlah hadits-hadits Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Apabila dia mengurangi tata cara mandi sebagaimana yang disebutkan, dengan syarat air mengenai (menyirami) seluruh badannya, maka hal itu telah mencukupinya. Wallahu A’lam bish-shawab.
Diringkas dari majalah As Sunah Edisi 04/Th.IV/1420-2000, oleh Ummu ‘Athiyah
sumber: muslimah
(zafaran/muslimahzone.com)

WOOW!!!!! BERHATI - HATILAH INFO PENTING JANGAN DIANGGAP SEPELE..??? JIKA TERLALU BANYAK CICAK DI RUMAH ANDA, ITU PERTANDA..??


Cicak memang salah satu hewan yang sering dijumpai di rumah. Seringkali banyak kotoran cicak berceceran terutama di ruang yang jarang digunakan atau di kamar mandi dan toilet. Suara yang ditimbulkannya juga menjengkelkan terutama di waktu malam.

Berikut penjelasan mengenai bahaya cicak, mari simak dan bagikan!
Ruqyah dan Hadits

Dalam dunia ruqyah, cicak termasuk makhluk pembawa sihir dan harus dibasmi.
Didalam shahih Muslim, Sunan Abu Daud dan Jami’ at Tirmidzi dari Abu Hurairoh berkata : Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa membunuh cecak maka pada awal pukulannya baginya ini dan itu satu kebaikan. Barangsiapa yang membunuhnya dalam pukulan kedua maka baginya ini dan itu satu kebaikan yang berbeda dengan yang pertama. Jika dia membunuhnya pada pukulan ketiga maka baginya ini dan itu kebaikan yang berbeda dengan yang kedua.

Didalam shahih Muslim disebutkan : Barangsiapa yang membunuh cecak pada satu kali pukulan maka baginya seratus kebaikan. Dan jika pada pukulan kedua maka baginya (kebaikan) berbeda dengan itu (yang pertama), dan jika pada pukulan ketiga maka baginya (kebaikan) berbeda dengan itu (yang kedua).
Didalam “al Mu’jam al Ausath” milik Thabrani dari hadits Aisyah berkata,”Aku mendengar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membunuh cecak maka Allah akan menghapuskan tujuh kesalahan atasnya.”
Ibnu Majah meriwayatkan didalam “Sunan” nya dari Saibah Maulah al Fakih bin al Mughiroh bahwa dirinya menemui Aisyah dan melihat di rumahnya terdapat sebuah tombak yang tergeletak. Dia pun bertanya kepada Aisyah,”Wahai Ibu kaum mukminin apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?” Aisyah menjawab,”Kami baru saja membunuh cecak-cecak. Sesungguhnya Nabi saw pernah memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim as dilemparkan ke dalam api tak satu pun binatang di bumi saat itu kecuali dia akan memadamkannya kecuali cecak yang meniup-niupkan apinya. Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk membunuhnya.” Kitab “az Zawaid” menyebutkan bahwa hadits Aisyah ini shahih dan orang-orangnya bisa dipercaya.

Namun demikian bukan berarti setiap kali kita mendapatkan cecak harus dibunuh dikarenakan perintah didalam hadits tersebut bukanlah sebuah kewajiban akan tetapi disunnahkan membunuh setiap cecak yang membahayakan.
Penyakit

Selain media sihir, cicak juga merupakan pembawa kuman yang berbahaya. Tubuh cicak mengandung bakteria beresiko yaitu bakteria Escherichia Coli atau E Coli. Escherichia Coli telah dikenali sebagai mikrob yang boleh mengakibatkan sakit perut dan dapat membahayakan kesehatan tubuh.
Apabila cicak terkena makanan, diharap untuk membuang makanan tersebut karena dikhawatirkan sudah tercemar.
Najis Cicak

Dalam satu penelitian, najis cicak juga terbukti boleh menembus plastik. Penelitian menunjukkan apabila kotoran cicak terkena ponsel, kotoran tersebut bisa merusak monitor handphone.
Oleh karena itu, jika ada cicak di rumah berhati-hatilah. Sebaiknya kita coba enyahkan cicak-cicak itu dari rumah.

Perhatian Untuk Para Bunda, Bacakan Ayat Ini Ketika Anak Anda Sedang Mengalami Demam... Insya allah panas anak langsung turun, BUKTIKAN !!


Sharing untuk para ibu yang memiliki balita (Bila Anda seorang pria, tolong di teruskan ke para ibu di sekitar anda)
Pertolongan pertama bila batita anda demam :
Bacakan ayat ayat ruqyah syariyyah dasar berikut ini:
1. Alfatihah 1-7
2. Al Baqoroh ayat 255
3. Al Baqoroh ayat 102
4. Al Baqoroh ayat206
5. Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas
  •  Baluri seluruh badannya dengan parutan timun
  •  atau punggungnya dengan sedikit parutan bawang merah + minyak zaytun
  •  Teteskan madu asli dibawah lidahnya 3 tetes saja
  •  Usap perlahan area telapak kaki bagian jempolnya bergantian masing-masing selama 20 menit.
Lihatlah reaksinya dalam 30 menitan,...insyaAllah atas ijin Allah panasnya akan turun
Tips ini berdasar pengalaman empiris pada perawatan ratusan anak bayi & batita.
Tolong info ini disebarkan ke banyak wanita yang memiliki balita, baik istri, saudara, maupun teman wanita, sebagai kepedulian kita terhadap sesama. Semoga bermanfaat silahkan disebarkan.
(Sumber:http://www.yoksebarkan.com)

Cara Minta Maaf Atas Kedurhakaan Kita kepada Almarhum Orang Tua,,Silahkan Sebarkan/Share,,,Semoga Bernilai Ibadah dan dosa kita diampuni..Aamiin


Sejak kecil hingga dewasa anak mesti pernah berbuat salah baik disengaja maupun tidak terhadap orang tua. Perbuatan salah harus disusul dengan permohonan maaf terlebih lagi terhadap orang tua sendiri. Kalau mereka masih hidup, anak harus mendatangi mereka dan memperlakukan mereka secara terhormat.
Kalau pun mereka sudah tiada, tuntutan permohonan maaf tidak gugur. Anak tetap diminta untuk memohon maaf kepada orang tua yang telah berpulang. Demikian disebutkan Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam karyanya Hasyiyah I‘anatut Thalibin ala Fathil Mu‘in.
ويندب زيارة قبور لخبر "ما من أحد يمر بقبر أخيه كان يعرفه في الدنيا فيسلم عليه إلا عرفه" ويتأكد ندب الزيارة في حق الأقارب خصوصا الأبوين، ولو كانوا ببلد آخر غير البلد الذي هو فيه.
Ziarah kubur dianjurkan berdasarkan hadits Rasulullah Sholallohu alaihi wasallam, “Tiada seorang pun melewati makam saudaranya yang selagi di dunia saling mengenal, lalu ia mengucap salam kepadanya, niscaya ahli kubur mengenalinya”.
Sementara ziarah ke makam kerabat khususnya orang tua sendiri sangat dianjurkan kendati letak makam mereka berbeda kota dengan mereka yang masih hidup.
Ziarah kubur berikut adab-adab dan kesunahannya menurut penulis I‘anatut Thalibin merupakan alternatif bagi mereka yang tidak sempat meminta maaf kepada orang tua karena pelbagai hal. Abu Bakar bin Sayid MSyatho
Dimyathi dalam karyanya mengutip hadits sebagai berikut.
فقد روى الحاكم عن أبي هريرة رضي الله عنه "من زار قبر أبويه أو أحدهما في كل جمعة مرة غفر الله له وكان بارا بوالديه"
Imam Al-Hakim meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah RA. Rasulullah Sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya sekali setiap Jumat, niscaya Allah hapus dosanya. Ia pun dinilai sebagai anak berbakti kepada orang tuanya.”
Penulis I‘anatut Thalibin mengutip hadits lainnya perihal cara berbakti sepeninggal kedua orang tua.
وروي "إن الرجل لا يموت والداه وهو عاق لهما فيدعو الله لهما من بعدهما فيكتبه الله من البارين"
Rasulullah Sholallohu alaihi wasallam bersabda, “Sungguh seseorang yang durhaka ketika kedua orang tuanya wafat, lalu ia mendoakan keduanya selepas keduanya berpulang, niscaya Allah akan mencatatnya sebagai anak berbakti.”
Uraian di atas mengisyaratkan bahwa anak diminta untuk memperlakukan kedua orang tua secara terhormat selagi keduanya hidup. Anak diharapkan menggunakan kesempatan emas itu untuk membaktikan diri sebelum mereka wafat. Sedapat mungkin anak menghindar dari perilaku yang membuat keduanya murka. Wallahu a’lam. 
Bersedekahlah, lalu minta sama Allah agar pahala sedekah itu diberikan kepada almarhum orang tua.
Baca Al Quran, zikir atau shalawat , lalu minta kepada Allah agar pahala bacaan tersebut diberikan kepada almarhum orang tua kita, insya Allah bermanfaat.
(Sumber:http://www.redaksione.com)

Alhamdulillah, Dengan 3 Amalan Ini, Dosa Zina Kita di Masa Yang lalu Akan "Terampuni".... No 2 Paling Mujarab... mohon disebarkan



Setiap umat muslim sudah mengetahui bahwa perbuatan zina merupakan perbuatan yang termasuk kedalam kategori dosa besar. Allah SWT melarang manusia untuk mendakati zina (apalagi melakukannya). Perbuatan ini akan menyeret manusia kedalam jurang kesesatan.

Seseorang yang melakukan zina akan hina di hadapan Allah SWT dan juga akan hina di mata orang lain. Alangkah baiknya jangan pernah mendekati zina, apalagi sampai melakukannya.

Tidak bisa dipungkiri, sudah sering kita melihat para remaja maupun dewasa sudah dicecoki kehidupan yang modern seperti kebarat-baratan. Zinapun sudah merambat anak usia SMP, SMA hingga kuliah. Kehidupan yang bebas, tidak ada pengawasan orang tua atau didikan yang baik dari orang tua, mereka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Sudah banyak umat muslim terjerumus kedalam perbuatan ini. Bahkan mereka tidak malu lagi melakukannya di depan orang banyak.

Lantas apakah benar bahwasanya Allah SWT akan mengampuni dosa zina ?

Firman Allah SWT yang artinya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Ayat diatas menjelaskan Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa semuanya. Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hanyalah kepada Allah tempat kita berserah diri, memohon ampunan atas dosa-dosa yang kita lakukan baik yang sengaja, tidak sengaja, sebesar debu hingga dosa seluas lautan.

Setiap manusia sudah berkewajiban untuk memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah SWT. Jangan setengah atau main-main dalam memohon ampunan kepada Allah, lakukanlah dengan kesungguhan hati serta keikhlasan hati. Berikut 3 syarat yang harus dipenuhi setiap muslim, Insya Allah dosa zina akan diampuni, amin. Berikut ulasannya :


1. Taubat
Firman Allah SWT yang artinya :Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At Taubah: 104).

Sudah kewajiban untuk taubat memohon ampunan kepada Allah jika berbuat dosa. Dari arti ayat diatas Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya. Taubatlah dengan sungguh-sungguh dalam hatim dan akan menjauhi perbuatan zina. Orang yang bertaubat tidak akan lagi mengulangi dosa (maksiat) perbuatan zina. Tidak pernah lagi mendekati perbuatan tersebut. Taubatlah dengan taubat Nasuha. Allah akan membukakan pintu maaf bagi setiap hamba yang bersungguh-sungguh kepada-Nya.

2. Menyesal
Firman Allah SWT yang artinya : Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’: 110).

Selain berhenti untuk melakukan dan mendekati perbuatan zina (maksiat lainnya). Seorang hamba yang ingin dosanya terhapus dan dimaafkan oleh Allah SWT, memiliki rasa penyesalan dalam hati atas perbuatan zina tersebut. Karena sangat menyesal, pastinya tidak akan pernah mengulanginya lagi di masa yang akan datang. Dan selalu memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

3. Tidak melakukan kemaksiatan lagi
Firman Allah SWT yang artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.” (QS. An Nisa’: 145-146).

Sudah kewajiban bagi setiap orang yang bersungguh-sungguh memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT tidak lagi akan mengulangi perbuatan zina (maksiat) yang dilakukannya. Dan senantiasa selalu membenteng diri dari perbuatan-perbuatan maksiat dengan memohon perlindungan dari Allah SWT.

Sahabat renungan Islam, Allah SWT begitu sangat menyayangi hamba-hamba-Nya dan menerima taubat hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Bersegeralah bertaubat, Jangan menunda-nunda untuk bertaubat dan jangan pernah berputus asa. Firman Allah SWT yang artinya : Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Dengan kesungguhan hati, penyeselan yang mendalam serta ikhlas bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Insya Allah akan diampuni. Amin


Semoga bermanfaat, Jazakumullah.