Baca Juga
Daging babi, ikan, jagung, nasi, sosis, dan menu lainnya di dalam sebuah restoran kedai kecil yang selalu buka setiap hari, yang dijalankan oleh seorang nenek tua. Ia memasak makanan lezat bagi para tamunya, dengan bayaran 10 NTD (sekitar 40 ribu rupiah) setiap sajinya. Restoran kecil ini dibuka di bawah sebuah jembatan taman di Kaoxiong.
Nenek ini memakai seumur hidupnya menjalankan bisnis restoran prasmanan yang hanya seharga 10 NTD ( sekitar 40 ribu rupiah). Hanya dengan 1 uang logam 10 NTD bisa mengenyangkan perut, bila tamunya adalah orang yang miskin, sang nenek pasti tidka akan menerima uang bayaran darinya. Penasaran kan kog bisa semurah ini? Ada untung gak sih? Cerpen bisa jawab kamu sekarang…GAK UNTUNG! Usaha yang isinya rugi ini dijalani nenek selama 55 tahun! Apa sih kisah di baliknya? Yuk kita simak bersama!
Siapakah orang yang berhati mulia ini? Namanya Zhuang Zhu Yu, ia telah menjalankan usahanya ini selama 50 tahun, ia berhasil mengenyangkan perut banyak orang dengan kedua tangannya sendiri.
Sebenarnya saat Zhuang Zhu Yu muda, suaminya diutus dinas sebagai tentara ke Nanyang, ia yang awalnya hidup seorang diri, akhirnya mendapatkan bantuan dari seorang pekerja di pelabuhan, hal ini membuatnya sangat terharu.
Kemudian setelah suaminya kembali ke Taiwan, usahanya makin membaik dan maju, ia mulai membantu para pekerja di pelabuhan yang kesusahan, meminjamkan gudangnya sebagai tempat tinggal secara cuma-Cuma. Perlahan, ia melihat bahwa kehidupan para pekerja ini sangat susah, kerjanya berat tapi bayarannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka ia mulai memasak makanan bagi para pekerja tersebut tanpa menerima sepeser pun bayaran.
Nenek tidak pernah berhenti berjualan masakan, tak peduli cuaca hari itu sedang hujan atau cuaca cerah, ia tetap memasak demi para pekerja yang membutuhkan. Perlahan pun makin banyak orang-orang miskin dan gelandangan yang makan masakannya, kemudian ia mulai menerima bayaran 3 NTD (sekitar 12 ribu rupiah), 5 NTD (sekitar 20 ribu rupiah), hingga 10 NTD (sekitar 40 ribu rupiah), tapi semua biaya yang diterima ini pun tidak mencukupi untuk membeli semua bahan masakannya. Akhirnya ia pun menjual 7 rumahnya, menggunakan semua uang pensiunannya, kemudian setiap hari setelah restorannya tutup, ia pun bekerja sebagai pemungut sampah, bahkan ia memikul hutang besar di luar... Semua ini demi untuk dapat terus memasak hidangan lezat yang dapat mengenyangkan perut para orang yang membutuhkan...
Para pekerja di pelabuhan pun tak asing dengan sosok sang nenek, Ayong adalah seorang kuli barang di pelabuhan Kaoxiong yang telah pensiun, tapi masih sering beraktifitas di sekitar pelabuhan. Ia bercerita bahwa dulu sewaktu kondisi ekonominya tidak memadai, ia sering beli makanan di tempat sang nenek, hanya membayar 10 NTD (sekitar 40 ribu rupiah) saja, sudah dapat sayur, daging, dan juga kuah! Ayong sangat berterimakasih atas kemurahan hati sang nenek, membantu banyak orang yang miskin dan kekurangan.
Nenek pernah menerima piagam penghargaan dari pemerintah Kaoxiong.
Xu Xiao Shun sebagai host di acara 「Kisah di Taiwan」 pernah mewawancarai sang nenek, saat itu ia mendengar bahwa nenek tetap berjualan restoran prasmanan walaupun ia dalam keadaan memikul hutang sebesar 500 ribu NTD (sekitar 200 juta rupiah). Kebaikan hati sang nenek sangatlah luar biasa, membuat Xu Xiao Shun terharu hingga menangis di depan kamera.
Berikut adalah video wawancara sang nenek dalam acara "Kisah di Taiwan," ia berkata pada nenek : "Kalau aku adalah putramu, pasti juga akan membujukmu untuk berhenti berjualan."
Nenek meninggal dunia pada Februari 2015, saat itu ada 1000 orang lebih yang ikut mengantar kepergiannya. Xu Xiao Shun menulis post di FB yang berisikan bahwa ia turut bersedih saat mendengar kabar kepergian sang nenek. Selama 10 tahun ini, banyak bisnis dan organisasi kemasyarakatan yang selalu menontonkan video ini, tujuannya adalah supaya semangat energy positif dari nenek dapat diteruskan ke setiap generasi.
Xu Xiao Shun mengatakan : "Nenek yang berhati mulia ini pasti telah hidup bahagia di dunia sana," mari kita melipat kedua tangan dan berdoa sambil mengingat kebaikan hati sang nenek.
Xu Xiao Shun-seorang artis Taiwan, ia mengatakan bahwa ia akan mengingat kebaikan sang nenek seumur hidupnya, terus menyebarkan cinta dan kasih pada orang-orang, supaya semangat kepahlawanan sang nenek tidak berhenti dan diwariskan turun temurun ke tiap generasi, semoga sang nenek hidup bahagia di dunia sana!
Kehidupan nenek sangatlah berarti, kebaikan hatinya telah mengharukan banyak orang, demi membantu orang lain, ia rela mengorbankan harta pribadinya sendiri.
Semangat nenek patut dicontoh, tak peduli betapa lelahnya dia, adanya tentangan dari anak-anaknya, semua ini tidak menjadi halangan baginya. Kini anak-anaknya berubah, dari menentang menjadi mendukung, bahkan memberi dukungan ekonomi baginya. Sudah jarang ada orang Taiwan yang memiliki semangat dan jiwa kepahlawanan seperti sang nenek dan putranya ini, hal ini sungguh membuat banyak orang kagum pada mereka.
Yuk kita share kisah nenek ini, supaya energy positifnya bisa mempengaruhi kehidupan semakin banyak orang!
Nenek Menjalankan Bisnis Ruginya Selama 55 Tahun, Bahkan Menghabiskan Seluruh Hartanya, Ternyata Semua Ini Demi…T.T
4/
5
Oleh
Anonim
