Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Masya Allah inilah Fakta ilmiah tentang Puasa menurut Ilmu Kesehatan

Sebagai umat islam, kita diharuskan untuk berpuasa 30 hari, yakni pada Bulan Ramadhan. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam firman-Nya, “Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (Q.S Al-Baqarah:183).

Lalu, kenapa umat muslim diwajibkan untuk berpuasa? Adakah tujuan dan manfaat lainnya? Ternyata selain memperkuat ketaqwaan, terdapat fakta lain di balik berpuasa.

Dikutip dari The Guardian, penelitian dari Universitas Newcastle menemukan bukti bahwa dengan berpuasa penyakit diabetes tipe 2 akan berkurang. Para peneliti melakukan riset selama delapan pekan kepada 11 orang pasien dengan total kalori yang dikurangi dari berpuasa ialah 600 per hari.

Hasilnya benar-benar mengejutkan! kesebelas orang tersebut didiagnosa bebas dari diabetes tipe 2 setelah melakukan puasa. Studi lainnya juga menemukan bahwa jika penderita segera melakukan puasa, maka penyakit tersebut juga akan lebih cepat tertangani.


Roy Taylor, orang yang memimpin penelitian tersebut, berpikir bahwa puasa bermanfaat karena menghilangkan lemak berbahaya di dalam dan sekitar organ tubuh Anda, termasuk pengendalian gula di pankreas dan hati.

Hal ini dikarenakan ketika gula darah orang sehat terlalu tinggi, pankreas membuat hormon yang disebut insulin yang memberitahu hati untuk mengeluarkan gula dan menyimpannya dengan aman. "Jika Anda memiliki lemak di sekitar organ tersebut, itu menyumbat cara kerja mereka dan tubuh Anda tidak dapat mengendalikan gula darahnya," kata Taylor.

Selain itu Valter Longo, seorang ilmuwan di University of Southern California, juga percaya bahwa puasa berkala dapat membantu orang tetap sehat. Misalnya dalam masalah sel imun, dapat dipangkas kembali sehingga ketika seseorang mulai makan, maka sel baru akan terlahir kembali.

Jadi selain menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT, berpuasa juga dapat menyehatkan badan kita, apalagi mampu menyembuhkan penyakit. Masih malas berpuasa?


Jangan Larut dalam Kesedihan! Inilah Hikmah yang bisa kita ambil dari Musibah Keguguran..

Mengandung sudah menjadi kodrat seorang wanita. mengandung sendiri bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Mereka harus membawa berat di rahimnya, belum lagi ancaman untuk keguguran. Bukan hanya janin saja yang meinggal, tapi bisa jadi sang ibu ikut meninggal.

Jika itu terjadi, Allah SWT punya hadiah khusus, yakni surga atas pahala kesabaran atas musibah itu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, sesungguhnya janin yang keguguran akan membawa ibunya ke dalam surga dengan bersama ari-arinya (سرره) apabila ibunya mengharap pahala dari Allah (dengan musibah tersebut),” (HR. Ibnu Majah no. 1690).


Perlu diketahui, hadist ini masih diperselisihkan ulama mengenai keshahihahnya. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ahkaamul Janaa’iz, dihasankan oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib wat Tarhib 3/57. Di dhaifkan oleh An-Nawawi dalam Al-Khulashah2/1066, Al-‘Iraqi dalam Mugnil Asfaar 1/373 dan Al-Bushari dalam Mishbahuz zujajah.

Meskipun Imam An-Nawawi rahimahullah mendhaifkan hadits ini, akan tetapi beliau menyetujui maknanya, beliau berkata: “Kematian salah seroang dari anak adalah penghalang dari api neraka demikianpula janin yang keguguran,” (Al-Majmu’ 5/287, Darul Fikr, 1997 M, Syamilah).

Hiburlah mereka yang mengalami musibah ini. Dan ingatlah setiap yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya, pasti ada alasan dibalik itu semua

Lebih utama mana, sedekah kepada orang miskin atau pada kerabat sendiri? Berikut Penjelasannya!!

Lebih utama mana, sedekah kepada orang miskin atau kada kerabat sendiri?

Pertanyaan ini mungkin dirasa sepele, namun kenyataannya kebanyakan muslim yang belum tahu lebih memilih untuk bersedekah pada fakir miskin daripada bersedekah terhadap keluarga atau kerabatnya sendiri. Mungkin jika ditelisik lebih lanjut, kerabat yang mungkin belum mampu akan terlihat setiap hari dan bisa memberi bantuan kalau memang sudah terlihat sangat membutuhkan sekali, atau dalam hal kasarnya membiarkan mereka meminta tolong terlebih dahulu.

Padahal, setiap perintah sedekah dan infak di dalam al Qur’an, selalu yang pertama kali disebutkan adalah untuk karib kerabat. Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini:

وءاتى المال على حبه ذوى القربى

“….dan memberikan harta yang ia cintai kepada karib-kerabat…..” (QS. Al Baqarah 177)

وءات ذى القربى حقه والمسكين

“Dan berikanlah kepada karib-kerabat akan haknya dan orang miskin….” (QS. Al Isra 26)

Dan banyak lagi ayat lain yang senada dengan itu. Jika kita cermati, ada satu pesan yang sangat penting untuk kita amalkan. Yaitu mendahulukan karib kerabat atau orang terdekat untuk menerima infak atau apapun bentuk kebaikan. Sebelum kita memberi kepada orang lain, kita harus perhatikan apakah ada di antara orang terdekat yang masih membutuhkan atau semua sudah makmur, tidak perlu disantuni lagi.

Amat disayangkan bila seseorang memiliki kekayaan yang membuat ia mampu menyantuni orang lain, dan ia sangat peduli dengan dengan masalah sosial di lingkungannya, mudah memberi kepada fakir miskin, anak yatim dan berbagai bentuk amal sosial lainnya.


Namun sayang beribu sayang ia sangat cuek dan pelit kepada saudara kandungnya sendiri. Barangkali ia merasa pemberian kepada keluarga terdekat tidak mendapatkan pahala. Padahal justru itulah yang lebih besar pahalanya di sisi Allah. Oleh karena itu pemahaman yang salah ini perdu diluruskan.

Tidakkah memilukan, bila seseorang tinggal di rumah yang bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS (rumah sangat sederhana sekali). Tidakkah kita mengangkat alis bila seseorang mempunyai kekayaan besar, turun dari satu mobil mewah dengan dibukakan pintu oleh para ajudan, berpindah dari satu gedung mewah ke gedung mewah berikutnya.

Namun saudara kandungnya menjadi kuli atau babu yang siap diperintah-perintah dengan suara tinggi sambil diacungi telunjuk kiri, wajahnya penuh ketakutan dengan kepala tertunduk serta badan yang membungkuk.

Ingatlah.. Rasulullah SAW bersabda:

….يا أمة محمد، والذي بعثني بالحق لا يقبل الله صدقة من رجل وله قرابة محتاجون إلى صلته ويصرفها إلى غيرهم. والذي نفسي بيده، لا ينظر الله إليه يوم القيامة

“….Wahai umat Muhammad, demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran, Allah tidak akan menerima sedekah seseorang yang mempunyai kerabat yang membutuhkan bantuannya, sementara ia memberikan sedekah atau bantuan itu kepada orang lain. Dan demi Allah yang jiwaku berada dalam genggamannya, Allah tidak akan memandangnya di hari kiamat nanti”. (HR. Thabrani)

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

الصدقة على المسكين صدقة، وعلى القريب صدقتان، صدقة وصلة

“Sedekah kepada orang miskin dinilai satu sedekah, sedangkan kepada karib (saudara dekat) nilainya sama dengan dua, nilai sedekah dan nilai menghubungkan persaudaraan”.

Ada pesan penting yang sangat jelas disini:

“Jika anda menjadi orang yang kaya, jadikanlah orang terdekat anda yang pertama sekali merasakan kekayaan itu. Ibu-bapak, anak-istri, saudara kandung, baru yang lainnya. Jangan sampai masyarakat anda memuji kedermawanan anda, sementara orang terdekat mengurut dada karena kebakhilan anda, padahal mereka dianggap kaya oleh orang lain karena anda sebagai saudaranya”.

Jadi kesimpulannya adalah, jelas anjuran Rasullulah SAW bahwa bersedekah kepada keluarga dan kerabat karib terdekat kita justru mendapat lebih besar pahala di sisi Allah SWT. Namun jangan sampai menjadikan apa yang sudah disedehkan kepada mereka malah menjadikan kerabat lebih rendah derajatnya. Sayangi saudaramu dan bantulah mereka yang membutuhkan agar terjalin rasa kasih sayang, dan hal itulah yang menjadikan Allah SWT selalu memberikan kelancaran rezeki untuk kita semua.

Bolehkah 0N4Nl Menggunakan Tangan Istri? Ininih Penjelasannya ...


Ketika seorang suami mendapatkan ujian wanita, semisal melihat hal-hal yang dapat membangkitkan syahwatnya, maka tuntunan Islam adalah agar segera mendatangi istrinya dan melampiaskan pada yang halal sehingga pikirannya menjadi tenang kembali. Inilah contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau melihat sesuatu dan segera mendatangi istrinya yaitu Zainab dan setelahnya beliau menemui para sahabat dan bersabda:

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ

“Sesungguhnya wanita datang dalam rupa setan, dan pergi dalam rupa setan. Jika seorang di antara kalian melihat seorang wanita yang menakjubkan (tanpa sengaja), maka hendaknya ia mendatangi (B3RS3TUBUH dengan) istrinya, karena hal itu akan menolak sesuatu (berupa syahwat) yang terdapat pada dirinya” (HR. Muslim no. 1403).

Ketika Istri Mendapat Halangan

Akan tetapi terkadang istri sedang mengalami haid dan suami hanya memiliki satu istri. Apakah ia bisa menggunakan tangan istrinya? Istri menggunakan tanggannya sampai suami “selesai hajatnya”

Jawabannya adalah BOLEH

Karena ini termasuk dalam keumuman ayat menjaga kemaluan yaitu pada istri yang halal.

Allah berfirman,

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6)

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela” (QS. Al Mu’minun: 5-6).

Istrimu Adalah Ladang Bagimu

Termasuk dalam keumuman ayat bahwa istri adalah permisalan ladang bercocok-tanam maka datangilah asalkan tidak di duburnya.

Allah berfirman,

 ﻧِﺴَﺎﺅُﻛُﻢْ ﺣَﺮْﺙٌ ﻟَﻜُﻢْ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﺣَﺮْﺛَﻜُﻢْ ﺃَﻧَّﻰ ﺷِﺌْﺘُﻢْ

“Istri-istrimu adalah ( seperti ) tanah tempat bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja yang kamu kehendaki” (QS.Al-Baqarah: 223).

Demikia juga penjelasan dari beberapa ulama.

Ibnu Hajar Al-Haitami berkata:

 ﻭﻫﻮ ﺍﺳﺘﺨﺮﺍﺝ ﺍﻟﻤﻨﻲ ﺑﻐﻴﺮ ﺟﻤﺎﻉ ﺣﺮﺍﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻛﺈﺧﺮﺍﺝ ﺑﻴﺪﻩ ﺃﻭ ﻣﺒﺎﺣﺎ ﻛﺈﺧﺮﺍﺟﻪ ﺑﻴﺪ ﺣﻠﻴﻠﺘﻪ .

“Istimna’ (0N4Nl) adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jimak. Hukumnya haram jika dikeluarkan dengan tangan sendiri. Mubah (boleh) jika dengan tangan istrinya” (Tuhfatul Muhtaj 13/350, Asy-Syamilah).

Al-Mawardi berkata:

ﻭﻟﻠﺰﻭﺝ ﺍﻻﺳﺘﻤﺘﺎﻉ ﺑﺰﻭﺟﺘﻪ ﻛﻞ ﻭﻗﺖ ﻋﻠﻰ ﺃﻱ ﺻﻔﺔ ﻛﺎﻧﺖ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﻞ، ﻭﻟﻪ ﺍﻻﺳﺘﻤﻨﺎﺀ ﺑﻴﺪﻫﺎ .

“Boleh bagi suami mengeluarkan mani dengan bantuan istrinya, kapan saja, bagaimanapun caranya asalkan lewat kemaluan istri (haram lewat dubur). Boleh juga bagi suami mengeluarkan mani dengan tangan Istri” (Al-Iqna’ lil Mawardi).

Demikian semoga bermanfaat

Sumber : https://muslim.or.id/29821-hukum-onani-menggunakan-tangan-istri.html

Subhanallah, Ronaldo Sekarang Sudah Jadi Mualaf dan namanya diganti menjadi ...



Jika hidayah sudah datang, maka hal yang dirasa mustahil pun akan terjadi. Seperti yang dialami warga perumahan Erfina Kencana Regency Cibinong, Bogor, Ronaldo Karol.

Ronaldo resmi memeluk agama Islam pada Jumat 21 Oktober 2016 lalu dengan disaksikan para jamaah sholat Jumat di Masjid Baitul Faidzin, Komplek Pemkab Bogor.

Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat Ronaldo cukup istimewa lantaran disaksikan langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Mukri Adjie.

Sementara sebagai saksi, turut hadir pula Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Asep Saefudin, Imam Besar Masjid Baitul Faidzin dan puluhan umat Islam.

Setelah resmi menjadi mualaf, nama Ronaldo Karol pun berganti menjadi Khaerul Hafiz. Diungkapkan Mukri Adjie, perpindahan agama Ronaldo dari yang sebelumnya pemeluk Katolik tidak dilandasi paksaan. Melainkan benar-benar didasari keseriusan.

" Ini bukti bahwa Islam tidak memaksakan dalam mensyiarkan agama. Islam tidak menyebarluaskan agama dengan membagikan mie instan atau barang lain supaya orang yang sudah beragama memeluk Islam," kata Mukri.

Sumber : https://m.dream.co.id/your-story/masuk-islam-ronaldo-berganti-nama-jadi-khaerul-hafiz-161024p.html

Benarkah Islam Melarang Mutlak Umatnya Untuk Pacaran? Baca Penjelasannya ...



Dalam kegiatan muamalah atau interaksi kepada sesama manusia, segala perbuatan asalnya adalah boleh, hingga ada dalil yang melarangnya, maka perbuatan tersebut menjadi haram. Termasuk pacaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia karya Purwodarminto, pacaran berarti “Pergaulan antara laki-laki dan perempuan, bersuka-sukaan mencapai apa yang disenangi mereka”

Hukum Pacaran Dalam Islam
Sebagaimana yang sudah disampaikan di kata pembuka di atas, segala bentul muamalah asalnya adalah boleh, kecuali ada dalil yang melarangnya. Dalam masalah pacaran ini, ternyata bisa kita dapati bahwasannya ada dalil di dalam al-Qur’an dan hadits yang melarangnya, ayat tersebut adalah;



وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya Z1N4 itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (QS Al-Isra:32)

Sedangkan haditsnya;

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ وَلاَ تُسَافِرَنَّ امْرَأَةٌ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ ( رواه البخاري)

“Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta ada mahramnya”. (Muttafaq Alaihi)

Dengan dasar kedua dalil tersebut, ditambah dengan pengertian pacaran menurut KBBI, maka bisa disimpulkan bahwa secara umum, pacaran dilarang di dalam Islam.

Allah dan Rasul-Nya telah mewanti-wanti kita semua agar tidak mendekati Z1N4. Yang dipahami oleh para ulama, bukan berarti yang dilarang hanya “mendekati”nya saja, sedangkan zinanya adalah boleh. Bukan seperti itu, akan tetapi, mendekatinya saja dilarang, apalagi perbuatannya. Kita bisa dengan mudah memahaminya dengan ilustrasi sederhananya seperti ini;

Terdapat sebuah hutan terlarang di pinggir sebuah desa yang berisi orang-orang baik, kita sebut saja hutan itu dengan nama “hutan zina”. Hutan tersebut terkenal memiliki buah yang amat nikmat, yang tidak ditemukan selain di sana. Akan tetapi, rupanya di hutan yang sama, juga ada hewan buas yang sedang kelaparan, sehingga apabila ada manusia yang masuk ke dalam hutan tersebut, tentu saja ia akan dimakan oleh binatang buas itu.

Maka, pemimpin desa yang tinggal di sekitar hutan tersebut pun memutuskan, untuk dibuat pagar berjarak 50 meter di sekeliling “hutan zina” itu. Wilayah yang dipagari tersebut dinamakan “pacaran”. Untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, warga pun bersepakat bahwasannya tidak ada yang boleh memasuki wilayah “pacaran”. Apabila ada yang ternyata terbukti ketahuan memasuki wilayah tersebut, ia akan mendapatkan hukuman.

Meski tidak setiap orang yang datang ke wilayah “pacaran” tersebut akan pergi ke “hutan zina”, akan tetapi ini adalah langkah untuk berjaga-jaga saja. Karena, mungkin saja orang yang pergi ke situ akan tergoda untuk mencicipi buah segar nan nikmat itu, sehingga ia akan masuk hutan terlarang tersebut yang berisi binatang-binatang buas.
Sekarang sudah paham mengapa Allah melarang pacaran? Sebetulnya ini demi kebaikan kita sendiri. Karena, ketika seseorang berzina, akan sangat banyak kerusakan yang terjadi. Baik itu dari fisiknya sendiri, keluarganya yang menanggung malu, anaknya yang tertular virus jika terkena hingga akhirnya hukuman yang amat berat menanti di akhirat, apabila ia tidak bertaubat. Sedangkan, perbuatan keji ini biasanya akan lebih mudah dilakukan oleh orang yang berpacaran.

Adakah “Pacaran Islami”?

Agama Islam ketika membuat sebuah larangan pastinya juga akan memberikan solusinya, termasuk dalam perkara pacaran ini. Pada ajaran agama Islam, rupanya juga dikenal istilah “pacaran islami”. Bagaimana yang dimaksud dengan “pacaran islami” ini? Berikut penjelasannya.


Pacaran islami yang dimaksud adalah pacaran yang dilakukan setelah menikah. Kembali ke pengertian pacaran menurut KBBI, “Pergaulan antara laki-laki dan perempuan, bersuka-sukaan mencapai apa yang disenangi mereka”. Apabila hal tersebut dilakukan oleh pasangan yang belum menikah, tentu saja akan dihukumi haram karena berpotensi melakukan perbuatan zina.

Sedangkan, apabila pasangan tersebut sudah “sah”, maka hukum ini tidak lagi berdosa, bahkan berpahala. Nabi Muhammad SAW mengatakan, bahwa kemesraan yang dilakukan antara suami dan istri adalah termasuk sedekah dan mendapatkan pahala;

Dari Saad bin Abi Waqosh r.a berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu.“(Mutafaqun ‘Alaih).

… Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan pahala?” Rasulullah saw. menjawab, “Bagaimana pendapat kalian jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah ia berdosa? Demikian juga jika melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Sehingga, apabila kita memang sudah mau dan mampu untuk menikah, segeralah lakukan. Akan tetapi, jika sudah ngebet tapi belum mampu, coba perbanyak berpuasa sunnah agar hawa nafsu lebih terjaga.

sumber : http://nettik.net/pacaran-dalam-islam-boleh-nggak-sih/

Ingin Cantik dan Awet Muda Ikuti 5 Tips Ini Tanpa Mengeluarkan Biaya Malah Mendapatkan Pahala

Pada umumnya, Setiap  manusia  pasti menginginkan wajahnya tampak berseri  dan bercahaya. Apalagi kaum wanita, kalau berbicara masalah kecantikan wanita lah nomor satu. Memang kecantikan sangat penting dan semua orang menginginkannya karena dengan kecantikan kita dapat menjadi lebih percaya diri. Namun kecantikan pada wajah tidak mesti memakai pemutih atau alat-alat kosmetik yang begitu mahal. Betapa banyak orang yang memakai pemutih  atau kosmetik akhirnya wajahnya tetap kembali seperti semula, bahkan ada yang sampai hancur mukanya karena salah memakai pemutih/kosmetik, Nauzubillah.

Maha suci Allah yang telah menciptakan makhluknya yang begitu sempurna, mulai dari bentuk wajah, hidung, mata dan mulut semua terletak pada posisi yang sangat bagus. maka kita wajib bersyukur terhadap apa yang diberikan allah kepada kita. jangan pernah kita merubah ciptaan Allah apalagi melakukan operasi plastic , karena kecantikan yang sebenarnya kita harapkan adalah kecantikan dimata Allah bukan dimata manusia. Jadi  wajah yang bercahaya itu hanya diberikan Allah kepada orang-orang tertentu. Sekalipun orang itu cantik tapi bila tidak ada cahaya di wajahnya, maka kita pun yang melihatnya tidak begitu tertarik. Sedangkan orang yang mukanya bercahaya walaupun terlihat biasa saja, dia akan tanpak mempesona karena ada cahaya di wajahnya.


Berikut Rahasia Wajah Yang Tampak Bercahaya Dan Awet Muda Dalam Islam

Nah bila anda ingin mendapatkan pancaran cahaya di wajah yang dapat membuat  anda awet muda, maka  anda tidak perlu repot-repot memakai pemutih dan alat-alat kosmetik yang mahal. Anda dapat melakukan tips-tips wajah berseri dan bercahaya  yang telah diajarkan Rasulullah SAW.  Berikut beberapa  rahasianya:

1) Rahasia pertama adalah dengan berbuat kebaikan

salah satu penyebab wajah bercahaya adalah dengan berbuat kebaikan. Orang yang suka berbuat baik, maka hatinya akan menjadi tentram dan akan keluar senyuman yang murni dan tulus dari hatinya yang baik. Kebaikan hati itu pun terpancar melalui wajahnya.

Abdullah bin Abbas radhiyallahu Anhu menatakan “Sesungguhnya kebaikan itu membuahkan semburan cahaya di wajah, lentera di hati, meluasnya rezeki, kuatnya badan, rasa cinta di hati orang. Dan sungguh dalam keburukan terdapat kepekatan di wajah, kegelapan di kubur, kelemahan badan, kurangnya rezeki, dan kebencian di hati orang,” .

2)  Rahasia kedua adalah dengan shalat tahajud

Orang yang memiliki wajah bercahaya itu, waktu malamnya ia pergunakan  untuk bermunajat kepada Allah SWT. Ia rela bangun dari tidurnya ditengah malam hanya untuk menyembah Allah. Bahkan Tidak takut matanya menjadi hitam karena kurangnya tidur. Karena disitulah keluarnya cahaya. Allah lah yang memberikan cahaya kepada orang yang menggunakan waktunya dengan baik untuk –Nya.

Said bin Al Musayyab radhiyallahu Anhu  berkata, “Sesungguhnya orang yang selalu salat malam, Allah akan menjadikan pada wajahnya sinar, sehingga dia dicintai oleh seluruh umat, bahkan orang yang belum mengenalnya sekalipun; Orang akan berkata, “Aku sungguh menyenangi orang ini.”

3)  Rahasia ketiga adalah dengan berwudhu’

“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu meraka,” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Jadi dengan berwudhu’  dapat memberi cahaya diwajah baik didunia maupun diakhirat, selain bercahaya air wudhu’ juga dapat membersihkan kotoran-kotoran diwajah.

4) Rahasia keempat adalah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an

Al-qur’an merupakan petunjuk dan cahaya bagi umat islam. Orang yang sering membaca Al-qur’an maka akan tampak cahaya al-qur’an diwajahnya,  itulah mu’jizat al-qur’an.

5) Rahasia kelima adalah dengan memperbanyak  puasa sunnah senin  dan kamis 

Berpuasa merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah,  apalagi berpuasa sunnah, banyak orang yang tak mampu melakukan puasa  sunnah setiap hari senin dan kamis.  Hanya orang-orang tertentu yang  mampu melakukannya.  bagi orang-orang yang sering melakukan puasa sunnah maka akan tampak cahaya diwajahnya, selain pahala yang Allah berikan berlipat ganda diakhirat nanti.

Inilah lima rahasia yang bisa anda lakukan supaya  wajah  anda tampak lebih bercahaya dan  awet muda dalam islam,  bercahaya didunia dan juga bercahaya diakhirat kelak. Amin ya robbal ‘alamiin.