Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan

Merinding!! Warga Heboh, Disisi Keramaian Tiba ­ Tiba Jenazah Terbang Tunjukkan Siapa Pembunuhnya...


Rasionalisme tak selamanya menjawab hal­hal supranatural. Kisah dari Pantai Gading, Afrika
berikut ini contohnya. Penduduk di wilayah Cosrou negeri itu punya tradisi menyeramkan.
Jika ada seorang warga yang tewas tak wajar atau diyakini dibunuh, mereka akan menggelar
tradisi "peti mati terbang".

Setelah melalui rangkaian upacara adat, jenazah selanjutnya dipanggul beberapa orang
menuju pemakaman. Namun, selalu saja peti jenazah itu akan bergerak di luar kendali.
Berapapun orang yang menggotongnya tak mampu melawan tenaga mistis dari dalam peti.

Pada video amatir di bawah terlihat betapa para pemanggul sudah berusaha berputar 380
derajat tetapi semuanya terpaksa mengikuti tenaga mistis yang menuju sebuah rumah.
Orang­orang yang melihat pun berteriak stop tetapi sia­sia.
pada akhirnya, peti mati itu mendobrak daun jendela serta daun pintu rumah. Jebol!
14px; outline: 0px; transition: all 0.17s ease;">
Video itu memang diambil secara amatir. Namun, peristiwa dalam video itu nyata terjadi.
Seorang blogger bernama Julien Appia Kouassi memverifikasikisah ini.
Dia menyatakan sering mendengar tradisi itu tetapi baru sekali melihatnya secara langsung di
Cosrou.

Pengamatan Julien Appia itu dikutip SURYA.co.id dari dari The Observers, kanal citizen
reporter milik stasiun TV France 24 berbasis di Paris, Prancis.

Menurut Julien Appia, rumah yang jebol daun jendela dan pintunya itu ternyata milik saudara
almarhum. Ya, warga pun mendapat keyakinan tanpa pembuktian hukum positif bahwa
pembunuh orang dalam peti adalah saudaranya sendiri.

Tradisi ini juga berlangsung di Republik Demokratik Kongo. Sebutannya "londola". Pemerintah
setempat sudah berusaha melarang tradisi ini tetapi tidak bisa efektif.

Tonton videonya : >> TONTON VIDEO <<

Pada Saat Dajjal Tiba, Kelaparan Terjadi di Seluruh Dunia. Hanya Ini Makanan dan Minuman Bagi Kaum Muslimin. Baca Selengkapnya,


Sudah menjadi fitrah bahwa sebagai manusia kita membutuhkan asupan energi yang dapat
menyemimbangkan kondisi tubuh. Kita tidak bisa hidup jika tidak makan dan minum. Sebab, kita adalah makhluk hidup, tentunya akan hidup jika diberi nutrisi.
Tetapi, kita tak khawatir, karena kini sumber makanan sangat berlimpah. Berbagai macam jenisnya pun ada hanya untuk kita.

Tibalah di akhir zaman, sang lelaki bermata satu akan tiba di dunia ini. Dialah Dajjal, orang yang akan menggoncangkan keimanan seseorang. Maka, jika tidak ada iman yang kuat dan kokoh, cukup sulit bagi kita untuk terhindar dari rayuan Dajjal. Sebab, ia memiliki cara yang ampuh untuk membuat manusia melihat bahwa apa yang benar itu menjadi salah, dan
yang salah menjadi benar.

Bukan hanya itu, kedatangan Dajjal dapat membuat umat Islam kelaparan. Pasalnya, salah satu tanda
kedatangan Dajjal ialah akan tibanya musim paceklik selama tiga tahun. Hal itu menandakan bahwa kita tidak akan merasakan rezeki yang berlimpah seperti saat ini.
Melainkan, keadaan kekeringan, kelaparan itulah yang akan kita rasakan.

“Sesungguhnya tiga tahun sebelum kemunculan AdDajjal, di tahun pertama, langit menahan sepertiga air hujannya, bumi menahan sepertiga hasil tumbuhannya, dan di tahun kedua, langit menahan dua pertiga air hujannya, dan bumi juga menahan dua pertiga hasil tanamannya. Dan di tahun ketiga langit menahan seluruh yang adapadanya dan begitu pula bumi, sehingga binasalah setiap yang memiliki gigi pemamah dan kuku,” (“Kisah Dajjal”­ Syaikh Muhammad


Nashiruddin Al­Albani; Pustaka Imam Asy­Syafi’i; hlm. 92). Jika demikian, kita makan apa?
Ada sebuah buku dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al­Albani rahimahullah menulis sebagai berikut:
Sans Pro", sans-serif; font-size: 14px; outline: 0px; transition: all 0.17s ease;">Dalam Hadist Riwayat Ahmad , “Asma’ berkata, “Akan tetapi mereka tidak mendapatkan apa­apa sehingga aku khawatir terkena musibah kelaparan, dan apa yang bisa dimakan oleh kaum mukmin pada waktu itu?”

Jawab Nabi “Allah mencukupkan kepada mereka dengan makanan yang diberikan kepada penduduk langit (Malaikat),” (HR. Ahmad No. 26298).
Kita tahu bahwa malaikat itu tidak memiliki nafsu. Otomatis, nafsu untuk makan dan minum pun tidak ada.
Dan benar bahwa mereka itu tidak makan atau pun minum. Apakah itu berarti kita pun tidak akan makan dan minum?

Lantas apa yang kita makan?
Asma’ berkata, “Wahai Nabi Allah, bahwasanya
Malaikat tidak makan dan tidak minum.” Jawab Nabi,
“Akan tetapi mereka membaca tasbih dan mensucikan
Allah, dan itulah makanan dan minuman kaum beriman
saat itu, tasbih dan taqdis,” (HR. Abdul Razzaq, athThayalisi,
Ahmad, Ibnu Asakir).

Ya, hanya tasbih dan taqdislah yang menjadi penguat
kaum muslimin. Kita tidak akan merasakan bencana ini
sebagai suatu masalah yang besar. Kita akan selalu
yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik.
Maka, tidak akan ada kekhawatiran dalam hati kita atas
apa yang akan terjadi selanjutnya. Wallahu ‘alam.

Mengerikan Sekali!! Video Jenazah yang Berubah Menjadi Babi Hutan. Ternyata Selama Hidup, Ini Yang Mayit Lakukan!


Kematian adalah satu kepastian yang pasti akan terjadi pada tiap-tiap makhluk ciptaan Allah SWT. Sehingga saat ajal menjemput kita tak dapat berlari, menghindar atau bahkan bersembunyi.


Sekalipun kita belum siap menghadap illahi, masih bergelimang dosa, serta belum pernah bertaubat, tetapi saat sudah tiba masanya ajal bakal tetaplah menjemput tak perduli apa pun. Berikut yang dialami oleh lelaki ini, di mana kematian menjemputnya waktu ia dalam keadaan yg tidak siap.
Jenazahnya juga tiba-tiba berubah menjadi babi. Peristiwa ini bahkan disaksikan segera oleh Rasulullah SAW. Mudah-mudahan kita dapat mengambil hikmah dari momen riil yang berlangsung di saat Rasulullah SAW ini. Lalu seperti apa kisahnya? Berikut cerita selengkapnya.

Dalam satu kisah diceritakan kalau satu hari Rasulullah SAW tengah duduk berbarengan beberapa sahabat, lalu mendadak datang seseorang pemuda Arab yang masuk kedalam masjid sembari menangis. Lihat hal itu Rasulullah SAW juga bertanya, " Wahai orang muda, kenapa engkau menangis? "

Jadi pemuda itu juga menjawab, " Ya Rasulullah, bapak saya sudah meninggal dunia serta tidak ada kain kafan serta tak juga ada orang yang akan memandikannya. "

Mendengar perkataan pemuda itu, Rasulullah SAW juga memerintahkan Abu Bakar ra serta Umar ra ikuti pemuda itu untuk lihat masalahnya. Hingga ke-2 teman dekat Nabi itu juga ikuti pemuda itu serta mendapati bapak pemuda itu sudah beralih menjadi babi hitam.

Sehingga keduanya juga kembali serta memberitahukan Rasulullah SAW, " Ya Rasulullah, kami lihat jenazah bapak pemuda ini sudah berubah menjadi babi hutan yang hitam. "


Mendengar pembicaraan ke-2 sahabatnya itu, jadi Rasulullah SAW serta ke-2 sahabatnya itu juga pergi ke tempat tinggal pemuda itu. Lalu beliau juga berdoa pada Allah SWT, hingga mayat itu juga berubah jadi
#2a3744; font-family: "Source Sans Pro", sans-serif; font-size: 14px;">bentuk manusia awal mulanya. Lantas Rasulullah SAW serta ke-2 sahabatnya itu menshalatkan jenazah itu.

Akan tetapi waktu akan dikebumikan, mendadak mayat itu kembali beralih jadi
seperti babi rimba yang hitam. Hingga Rasulullah SAW juga ajukan pertanyaan ke pemuda itu, " Wahai orang muda, apa yang sudah dikerjakan oleh ayahmu pada saat dia didunia dahulu? "

Jadi berkatalah pemuda itu, " Sebenarnya semasa hidupnya ayahku ini tidak ingin kerjakan shalat. " Mendengar penuturan pemuda itu, Rasulullah SAW juga bersabda, " Wahai para sahabatku, lihatlah kondisi orang yang meninggalkan shalat. Nantinya di hari kiamat ia bakal dibangkitkan oleh Allah SWT seperti babi rimba yang hitam. "

Lalu dalam kisah yang lain, dikisahkan pada saat kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra kalau ada seseorang lelaki yang wafat dunia. Saat mereka bakal menshalatkan jenazah itu mendadak kain kafannya bergerak.

Sehingga mereka juga buka kain kafan itu, serta terkejutlah semuanya yang ada lantaran lihat ada seekor ular yang tengah membelit leher mayat itu seta memakan daging serta mengisap darahnya. Kebanyakan orang yang ada juga berupaya untuk membunuh ular itu. Walau demikian, mendadak ular itu bicara seperti manusia. Ular tersebut berkata, " Laa ilaaha illallhu Muhammadu Rasulullah, kenapa anda sekalian akan membunuhku? Saya tak berdosa serta saya tak bersalah. Allah SWT yang memerintahkan kepadaku agar menyiksa jenazah ini sampai hingga hari kiamat kelak. " Lalu beberapa teman dekat juga ajukan pertanyaan, " Apa kesalahan yang sudah dilakukan oleh jenazah ini? "

Jadi berkatalah ular itu, " Dia sudah lakukan kekeliruan, salah satunya yaitu jika ia mendengar adzan, dia tidak mau datang untuk shalat berjamaah, ia tidak ingin mengeluarkan zakat hartanya serta dia tidak ingin mendengarkan nasihat beberapa ulama. Jadi berikut balasan untuk dia. "

Ke-2 cerita ini hanya sedikit dari cerita mengenai balasan dari Allah SWT pada orang-orang yang berniat meninggalkan shalatnya, tanpa ada alasan yang dibenarkan. Serta nantinya di akhirat orang-orang seperti ini bakal peroleh siksaan yang jauh lebih mengerikan dari pada siksaan yang ditampakkan Allah SWT didunia.

sumber;http://klikshare09.blogspot.co.id/2016/12/mengerikan-sekali-video-jenazah-yang.html

GEGER..!!! Telah Ditemukannya Pintu Kerajaan Nyi Roro Kidul, Video Penampakan Yang Sangat Jelas di Lihat Dan Terekam..


Percaya atau tak, banyak kelompok yakini ada istana laut pantai selatan yang dimaksud kerajaan gaib Ratu Kidul atau sering di panggil Nyai Roro Kidul.

Bukan hanya beberapa orang Yogyakarta, pihak keraton juga disebut-sebut merajut jalinan dengan penguasa pantai selatan untuk melenggengkan kekuasaan sejak mulai berdirinya Keraton Mataram. Ada hubungan pada keraton Jogja dan kerajaan gaib RatuKidul sebagai penguasa Samudera Hindia.

Nah, itu pemicunya masing-masing satu tahun sekali pasti ada rutinitas upacara larung sesaji sebagai bentuk penghormatan pada sang penjaga samudera. Hmmm, mistis sekali bukan?
Walaupun terkesan angker, wingit dan misterius, tetapi sesungguhnya Jogjakarta demikian menarik. Rutinitas dan budaya leluhur yang masih tetap dijunjung tinggi jadi jadi daya tarik turis asing untuk mengagendakan wisata dan liburan di Kota Gudeg.

Dalam satu tayangan acara tv DUA DUNIA Trans 7, diungkapkan penampakan gerbang istana kerajaan gaib laut pantai selatan. Mempunyai bentuk megah, menjulang tinggi yang bertahtakan emas dan intan.

Fikirkan jika Istana Kepresidenan di Jakarta mempunyai bentuk megah yang di buat dari emas dan intan. Demikian luar biasanya Indonesia. Hehe
sumber : kabarterpanas.com

Beginilah 40 Ciri-Ciri Hari Menjelang Kematian, Seseorang Akan Mengalami Hal ini, Tapi Kebanyakan Kita Tak Menyadarinya ,Bantu Share....


Kematian merupakan hal yang pasti dan akan menghampiri setiap mahluk yang bernyawa. Hal yang tak diketahui anyalah waktu datangnya, karena itu merupakan rahasia Allah SWT.
Namun, walaupun kematian tak diketahui datangnya kapan, sebelum kematian itu datang akan ada tanda-tanda yang mungkin dapat kita ketahui. Hanya saja biasanya seseorang tidak dapat menyadarinya.
Ada beberapa tanda, lebih spesifik 40 hari sebelum kematian menjemput, seseorang akn mengalami tanda-tanda seperti dibawah ini:

1. 40 hari menuju kematian
Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, bagian pusat dari tubuh kita akan berdenyut. Itu pertanda bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah swt. Telah gugur.

Lalu malaikat maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat. Dan sesekali malaikat maut menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan bingung melihat malaikat maut.
Walaupun malaikat maut wujudnya hanya satu tapi atas izin Allah swt, Dia mampu mencabut nyawa seseorang dalam waktu yang bersamaan.

2. 7 hari ketika kematian akan datang Tanda ini muncul setelah masuk waktu asar, tanda-tanda kematian ini hanya diberikan Allah swt Terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba ingin makan. Inimerupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat.
"Source Sans Pro", sans-serif; font-size: 14px; outline: 0px; transition: all 0.17s ease;">3. 3 hari, kematian diambang pintu
Pada suatu saat akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri. Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu. Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan memudahkan orang lain utk memandikan jasad kita.

Setelah itu pula mata hitam kita tak bersinar lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam, ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita. Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam.
Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.

4. Sehari sebelum kematian
Tanda-tanda kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan di bagian ubun-ubun, ini menandakan kita sudah tak sempat lagi melihat waktu ashar di keesokan harinya.

5. Tanda terakhir, Kematian Menghampirimu.!
Kita akan merasakan sejuk di bagian pusat, lalu turun ke pinggang dan akan terus naik ke bagian halkum.
Pada masa ini hendaknya kita sering beristighfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat. Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah swt.
Dengan demikian semoga dengan sedikit pengetahuan menjelang kematian, kita punya kesiapan untuk menghadapinya. Namun begitu, semuanya kembali kepada Allah, maka berdoalah agar kita dapat menyadari tanda yang diberikan oleh-Nya supaya siap di Ajal kelak. Wallahu a’lam.


SUMBER; http://kabar-subuh.blogspot.co.id/

hebooh! Meninggal Saat Melahirkan, 3 Tahun Kemudian sunguh mengejutkan Catatannya Ditemukan Dilemari? [isinya sangat mengejutkan banyak orang bikin merinding] . tolong di share ya...


Tiga th. saat itu adik tersayangku meninggal dunia di saat sudah melahirkan seseorang putri yang cantik serta imut. Saat ini, kurun saat yang cukup lama, tiga th. baru terbongkar koper dalam almari serta nyatanya ada sepucuk surat… 
“PINJAMI AKU SATU HARI…”Perlahan…., tubuhku di turunkan kedalam lubang yang sempit…Namun dengan cepat lalu badanku ditimbun tanah…Lalu kebanyakan orang meninggalkanku…Masih terdengar jelas langkah kaki mereka…Kini saya sendirian…, ditempat yang gelap, tidak pernah terbayangkan sebelumnya…
Sekarang saya sendiri, menanti ujian serta pertanyaan-pertanyaan…Belahan jiwa juga pergi…. Abah, Umi, kakak adik.., yang ditubuhnya mengalir sedarah dgn ku…, pergi…., suami ku juga pergi terlebih sahabatku…, kawan dekat…Tak seorangpun yg menginginkan turut denganku…Ternyata saya tidaklah siapa-siapa lagi untuk mereka…Menyesal pun…, tak ada berguna…
Tobat tidak akan diterima. Minta maaf…, tidak akan didengar…Kini saya sendirian mempertanggung jawabkan apa yang pernah saya kerjakan…Ya Allah…, jika boleh…, tolong pinjamkan sehari saja milik-Mu…Aku bakal berkeliling memohon maaf pada mereka, yang sudah rasakan kezalimanku…Yang susah serta sedih karena tingkahku…Yang saya sakiti hatinya…Yang sudah saya bohongi…Yang sudah saya lukai…Ya Allah…, berikanlah saya sehari saja…
Untuk berikanlah semua baktiku untuk papi mami ku tercinta…Demi memohon maaf atas kata-kataku yang kadang-kadang tidak sopan…Maafkan saya Abah … Maafkan saya Umi …. Saya sungguh inginkan sujud memohon ridha mereka…Maafkan aku…, Suami Imamku.. Maafkan saya.., Saya titipkan anak ku yang cantik untuk sebagai pengganti kuJaga anak ku, bimbing serta jadikan anak ku jadi seseorangAnak yang sholeha 
Serta saya inginkan mengemukakan apabila saya sekian berterima kasih, atas apa yang mereka korbankan untukku…Ya Allah…., pinjamkan saya sehari saja…Yang akan saya gunakan semasing detiknya, Untuk ruku’ serta sujud kepada-Mu…Beramal shalih dengan tulus…Menyedekahkan semua hartaku yang tersisa, di jalan-Mu…Menyesaaaaal…, sekali rasanya…Waktu-waktuku di dunia berlalu dengan sia-sia…Bahkan Al Qur’an firman-Mu dengan malas-malasan kubaca…Hadist Rasulullah juga tidak pernah saya hiraukan…Andai bisa kuputar lagi saat itu…Tapi… saya sudah dimakamkan hari ini…Manalah mungkin….? 
Sakitnya sakaratul maut masih tetap menancap pada masing-masing senti tubuhku yang sekarang ini kaku…Sakit…. sakit sekali…Seratus th. juga tidak hilang rasa sakitSeandainya saya masih tetap bisa bercerita…Tentu tidak akan tenang tidur beberapa rekanku yang masih tetap hidup…Seumur hidup mereka tidak akan pernah lagi tidur nyenyak…
Andai saja mereka tahu…Baru beberapa waktu dalam gelap…Masih terdengar sayup-sayup nada sandal sebagian orang yang meninggalkanku…Tanah kuburku masih tetap gembur…Baru saja ditidurkan sendirian…Akankah diluaskan lagi kuburku sesudah ini …? Bagaimana saya menjawab pertanyaan ujian setelah ini …? Ooohh…, jika saya bisa keluar dari sini…Yaa Allah, yaa Rahman…Ampuni dosa-dosa kami…, semua kekhilafan kami… Engkaulah Maha Pengasih lagi Maha Pengampun…Jadikanlah kelak akhir umur kami husnul khatimah serta sebagai penghuni surga Mu……Aamiin Yaa Mujibasaailiin ….
http://www.satuceritanet.com/2017/03/tragis-meninggal-saat-melahirkan-3.html?m=1

Kisah Aneh Tapi Nyata yang Terjadi Pada Sebuah Jenazah yang Hendak Di Kebumikan Mengalami Kejanggalan yang ternyata ...


Ini adalah kisah nyata, kisah proses penguburan seorang pejabat di sebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan.
  Insya Allah kisah ini menjadi hikmah bagi kita semua sebelum ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang modin (pengurus jenazah) kepada Bapak Wahyudi Wahidin, seorang sahabat Ustad Yusuf Mansur. Inilah kisah selengkapnya :

SILAHKAN SIMAK KISAH DIBAWAH INI DAN JANGAN LUPA SHARE !
"Saya (modin/pengurus jenazah) sudah terlibat dalam kepengurusan jenazah lebih dari 16 tahun. Sudah berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam kurun waktu tersebut sudah bermacam-macam jenis mayat yang saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sakit di usia tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya.


Bagaimanapun, pengalaman mengurus jenazah seorang pejabat yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya mendapat kesempatan paling 'istimewa' di sepanjang hidup saya. Inilah pertama kalinya saya mengalami kejadian yang cukup aneh, menyedihkan, menakutkan, dan sekaligus memberikan banyak hikmah.

Sebagai modin tetap di desa, saya diminta oleh anak almarhum untuk mengurus jenazah bapaknya. Saya pun pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba di rumah almarhum, tercium bau yang sangat busuk dari jenazah itu. Baunya cukup menjijikan dan membuat perut saya mual. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi baru kali ini saya bertemu dengan jenazah yang sebusuk ini.

Ketika saya lihat wajah almarhum, saya merasa tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh bermacam-macam perasaan antara takut, cemas, kesal dan lain-lain. Wajahnya seperti tidak mendapat cahaya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kemudian saya pun mengambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum. Kemudian saya memotongnya. Kebetulan, disana ada dua orang yang pernah saya ajarkan ketika mereka mengikuti kursus kepengurusan jenazah. Saya ajak mereka membantu saya dan mereka pun setuju.

Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian yang aneh pun terjadi. Apabila memandikan jenazah, tubuh mayat itu perlu dibangunkan sedikit kemudian perutnya diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa dalam tubuhnya. Maka saya pun mengurut-urut perut almarhum. Namun apa yang terjadi pada hari itu sangat mengejutkan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menunjukkan kekuasaannya pada hari itu, karena kotoran tidak keluar dari dubur jenazah melainkan melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. “Apa yang sedang terjadi ini?”, saya pun bertanya-tanya. Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya berharap hal itu tidak terulang lagi. Lalu saya mengurut perutnya untuk ketiga kalinya. Tiba-tiba ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berlaku kembali, ketika saya urut perutnya, keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu seperti belatung.

Padahal almarhum meninggal dunia akibat serangan jantung dan waktu kematiannya dalam tempo yang begitu singkat. Namun mengapa mayatnya sudah menjadi sedemikian rupa? Saya perhatikan wajah anak almarhum. Mereka terlihat terkejut, mungkin malu, dikarenakan apa yang terjadi kepada bapaknya. Kemudian saya menoleh ke dua orang yang membantu saya tadi, mereka juga terkejut dan panik. Saya katakan kepada mereka: “Ini adalah ujian dari Allah kepada kita!” Kemudian saya minta salah seorang yang membantu saya tadi untuk pergi memanggil semua anak almarhum.

Almarhum sebenarnya adalah orang yang beruntung karena mempunyai tujuh orang anak, semuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasihati mereka. Saya mengingatkan mereka bahwa tanggung jawab saya adalah membantu mengurus jenazah bapak mereka, bukan mengurus semuanya. Tanggung jawab sisanya dikenakan pada ahli warisnya. Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdhal mengurus jenazah bapak mereka, jadi bukan hanya imam, bilal, atau guru saja yang mengurusnya.

Saya kemudian meminta izin serta bantuan mereka untuk menunggingkan jenazah itu. Takdir Allah kembali berlaku. Ketika ditunggingkan jenazah tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya, sementara baskom itu ukurannya kira-kira lebih besar sedikit dari tudung saji meja makan. Allahuakbar, suasana menjadi semakin menegangkan. Benar-benar kejadian yang sulit diterima akal sehat kita. Saya terus berdo’a dan berharap tidak terjadi kejadian yang lebih buruk.

Setelahnya saya memandikan kembali almarhum dan saya wudhukan. Saya meminta kain kafan kepada anak-anaknya. Saya bawa jenazah almarhum ke dalam kamarnya dan tidak saya izinkan seorang pun melihat prosesi itu kecuali ahli waris yang dekat karena saya takut kejadian yang lebih buruk akan terjadi.

Peristiwa yang terjadi setelah jenazah diangkat ke kamar dan hendak dikafani juga ganjil. Ketika jenazah ini diletakkan di atas kain kafan, saya lihat kain kafan itu hanya cukup menutupi ujung kepala atau kakinya saja. Apabila kain kafan itu ditarik menutupi kepalanya, maka kakinya terlihat, begitu juga sebaliknya. Maka saya tidak bisa mengikat kepala atau kakinya. Kain kafan itu bagaikan tidak mau menerima mayat tadi. Tidak mengapalah, mungkin saya yang salah mengukur dikala memotongnya Lalu saya pun mengambil kain lainnya, saya potong, dan disambungkan dengan kafan tadi agar bisa menutupi kaki jenazah. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang bisa saya lakukan.
Lalu saya berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sebagai peringatan kepada hamba-Mu
ini.”

Sehabis saya beri taklimat tentang shalat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, yaitu jenazah tidak dapat diantar ke tanah pekuburan karena tidak ada mobil jenazah maupun ambulans. Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi tetap tidak ada jalan keluar. Semua mobil sedang terpakai, beberapa tempat tersebut juga tidak punya kereta jenazah lebih dari satu karena semua kereta juga sedang digunakan. Saya pikir hal ini bukan sekedar kebetulan.

Dalam keadaan sulit itu seorang lelaki muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar agar dia bisa mengeluarkan mobil van dari garasi rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk memarkir vannya itu di rumah almarhum, tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata di hadapan orang-orang yang hadir: “Mas, saya tidak izinkan mobil kita ini digunakan untuk mengangkat jenazah itu, sebab semasa hidupnya dia tidak pernah mengizinkan kita naik mobilnya.” Jadi saya menyuruh lelaki yang punya van itu untuk membawa kembali vannya.

Selepas itu muncul pula seorang lelaki lain yang menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku sebagai murid saya. Dia meminta izin kepada saya untuk mengambil dan membersihkan mobilnya selama kira-kira 10-15 menit. Akhirnya, muncullah mobil tersebut, tapi dalam keadaan basah sehabis dicuci. Mobil itu sebenarnya sebuah lori. Dan lori itu sebenarnya digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar.

Akhirnya jenazah almarhum pun diangkut menggunakan lori tersebut diikuti rombongan pengiring jenazah. Dalam perjalanan menuju kawasan pemakaman, saya berpesan kepada dua orang yang membantu saya tadi agar masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di kamp saja. Hal ini dikarenakan saya tidak mau mereka melihat peristiwa yang ganjil lagi.

Rupanya apa yang saya takutkan berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir terasa amat memilukan. Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya untuk turun ke dalam liang lahat dan tiga orang lagi menurunkan jenazah dari atas. Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha berkehendak atas semua makhluk ciptaan-Nya! Saat jenazah itu menyentuh tanah liang lahat, tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada awalnya kering. Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana air itu muncul? Saya pun tidak tahu jawabannya.
Lalu saya arahkan anak almarhum untuk memasukkan jenazah bapak mereka di dalam keranda dengan hati-hati karena saya takut nanti ia terlentang atau telungkup, na'udzubillah. Kalau mayat terlungkup, maka tak ada harapan untuk mendapat syafa’at Nabi. Papan keranda pun diturunkan perlahan dan kami segera menimbun kubur tersebut dengan tanah. Setelahnya kami injak-injak tanah tersebut supaya padat dan bila hujan ia tidak longsor ke bawah.

Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becek. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam pasti tenggelam oleh air hitam yang busuk itu. Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu dan meninggalkan lubang kubur sedalam 1/4 meter. Jadi kuburan itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya, jadi seperti ada lubangnya. Tidak hanya itu, ketika saya hendak membaca talqin, saya melihat tanah yang diinjak itu ada resapan airnya. Masya Allah, peristiwa seperti ini bisa terjadi. Melihat keadaan ini, saya memutuskan untuk menyelesaikan penguburan secepat mungkin.

Sejak lama mengerjakan penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak bacakan talqin. Jadi saya bacakan tahlil dan do’a yang paling ringkas. Kemudian saya kembali ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hidupnya.

Pernahkah dia pernah menzalimi orang?
Pernahkah dia mendapat harta dengan jalan yang haram seperti merampas, menipu, riba, atau mengambil yang bukan haknya?
Pernahkah dia memakan harta masjid atau anak yatim?
Pernahkah dia menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi?
Atau apakah dia tidak pernah berzakat, bersedekah, atau infaq?

Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Saya rasa mungkin dia malu untuk memberi tahu. Lalu saya pun memberikan nomor telepon rumah saya kepada mereka dan pamit untuk beranjak dari sana. Namun sedihnya, hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum yang menghubungi saya.

Sekedar tahu saja, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi. Malah ada di antara anak almarhum yang beristrikan orang Amerika, anak yang lain dapat istri orang Australia, dan seorang lagi beristri orang Jepang.

Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Ini adalah kisah nyata yang saya alami. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala pemilik langit dan bumi.

Tanyakanlah pada diri kita masing-masing, apakah kita menginginkan peristiwa itu terjadi pada diri kita, ibu kita, bapak kita, anak kita, atau keluarga kita.? Semoga akhir hidup kita semua dalam keadaan khusnul khatimah. Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.

Itulah pengalaman yang dialami oleh seorang modin (pengurus jenazah). Semoga ini bisa jadi renungan untuk kita semua yang masih hidup. Semoga bermanfaat.

islamberbagi.com